Pemerintah Pertimbangkan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi

M Ilham Ramadhan Avisena
08/4/2026 21:03
Pemerintah Pertimbangkan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi
Pemerintah membuka peluang penyesuaian harga BBM nonsubsidi.(Antara)

PEMEIRNTAH membuka peluang penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seiring masih berlangsungnya penghitungan harga energi global dan domestik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan keputusan final akan diambil setelah proses evaluasi selesai.

Usai Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4), Bahlil menjelaskan, penyesuaian akan mencakup berbagai jenis BBM, mulai dari RON 92, 95, 98 hingga solar jenis Dex.

"Mengenai BBM RON 92, 95, 98, termasuk dengan solar yang Dex, itu nanti kita akan melakukan penyesuaian setelah penghitungan selesai. Sekarang kita masih melakukan exercise," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah berharap harga minyak mentah Indonesia (ICP) dapat menurun agar memberi ruang bagi kebijakan harga yang lebih ringan bagi masyarakat. Hingga kini, penghitungan masih dilakukan bersama Pertamina dan pihak swasta.

Terkait dua kapal milik Pertamina yang tertahan berada di kawasan Selat Hormuz, pemerintah saat ini terus melakukan komunikasi intensif. Ia berharap adanya jeda eskalasi konflik selama dua minggu dapat mempercepat penyelesaian situasi tersebut.

Dari sisi impor minyak mentah, ketergantungan Indonesia terhadap kawasan Timur Tengah dinilai masih terbatas. Bahlil mengungkapkan impor crude melalui Selat Hormuz hanya berkisar 20% sampai 25% dari total kebutuhan.

"Crude saja itu 20%-25%, dan kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika, dan beberapa negara lain. Jadi kita sudah clear lah, aman," ujarnya.

Pemerintah juga membuka kemungkinan diversifikasi sumber energi ke negara lain, meski belum memberikan kepastian terkait potensi impor dari Rusia. “Nanti kalau sudah terjadi, baru nanti dengar sendiri. Saya bukan ahli yang bisa menerka-nerka itu,” kata Bahlil.

Di sisi lain, dia memastikan pasokan LPG, dalam kondisi aman. Bahlil menyebut masa kritis pasokan LPG telah terlewati sejak awal April. “Cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari. Sebentar lagi kapal kita masuk,” katanya.

"LPG gak ada urusannya sama Selat Hormuz. Karena kita sudah ambil dari Australia, Amerika dan negara lain," pungkas Bahlil. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya