Bahlil Umumkan Temuan Gas 5 TCF di Blok Ganal, Produksi ENI Bisa Melonjak pada 2028

Ihfa Firdausya
20/4/2026 17:12
Bahlil Umumkan Temuan Gas 5 TCF di Blok Ganal, Produksi ENI Bisa Melonjak pada 2028
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan temuan gas 5 TCF dan 300 juta barel kondensat di Blok Ganal, Kalimantan Timur.(MI/Ihfa Firdausya)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan temuan cadangan gas berskala besar di lepas pantai Kalimantan Timur dari sumur eksplorasi Geliga-1 di Blok Ganal.

Dari sumur tersebut, ditemukan potensi sumber daya sebesar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan 300 juta barel kondensat.

Temuan itu berada di Wilayah Kerja (WK) Ganal yang dioperasikan perusahaan energi asal Italia, ENI, dengan porsi kepemilikan 82 persen. Sementara 18% sisanya dimiliki Sinopec.

Bahlil mengatakan, penemuan tersebut menjadi sinyal bahwa Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan potensi minyak dan gas bumi guna menopang ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target swasembada energi.

“Ini giant. Setelah ini mereka juga akan melakukan pengembangan untuk melakukan eksplorasi di beberapa wilayah lain selain Kalimantan Timur,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4).

Ia menjelaskan, produksi puncak dari wilayah kerja ENI diperkirakan dapat mencapai 2.000 MMSCFD pada 2028, naik tajam dibandingkan produksi saat ini yang berada di kisaran 600-700 MMSCFD. Produksi itu bahkan berpotensi meningkat lagi menjadi 3.000 MMSCFD pada 2029 hingga 2030.

Selain gas, produksi kondensat dari wilayah kerja yang dikelola ENI juga diperkirakan mencapai sekitar 90 ribu barel per hari pada 2028. Angka itu disebut masih dapat meningkat menjadi sekitar 150 ribu barel per hari pada 2029-2030.

“Selain gas, pada 2028 kita produksi kondensat itu kurang lebih sekitar 90 ribu barel. Dan di 2029-2030 itu bisa tambah lagi menjadi 150 ribu barel per hari,” ujarnya.

Bahlil menilai peningkatan produksi tersebut sejalan dengan strategi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gas dari dalam negeri. Di sisi lain, kenaikan produksi kondensat dinilai dapat membantu menekan impor minyak.

Sumur Geliga dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter pada kedalaman laut sekitar 2.000 meter. Penemuan ini memperpanjang catatan keberhasilan eksplorasi ENI di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya menemukan cadangan besar di Geng North pada 2023 dan Konta-1 pada 2025.
Selain Geliga, Bahlil juga menyinggung temuan dari sumur Gula yang diumumkan lebih dulu. Sumur tersebut diperkirakan mengandung sekitar 2 TCF gas dan 75 juta barel kondensat.

Menurut dia, kombinasi awal dari temuan Geliga dan Gula berpotensi menambah produksi hingga 1.000 MMSCFD gas dan 90.000 barel kondensat per hari.

“Dari kedua sumur tersebut, estimasi awal kombinasi sumber daya Geliga dan Gula berpotensi menghasilkan tambahan produksi hingga 1.000 MMSCFD gas dan 90.000 barel per hari kondensat,” kata Bahlil. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya