Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT diminta tidak perlu mengkhawatirkan rumor terkait penggunaan wilayah udara Indonesia oleh pesawat militer Amerika Serikat (AS). Isu akses ruang udara untuk kepentingan agresi dipastikan tidak termuat dalam pembaruan perjanjian kerja sama militer yang baru disepakati Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Senin (13/4).
Guru Besar Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi, menegaskan bahwa kerja sama militer tersebut merupakan dinamika biasa dalam hubungan bilateral kedua negara. "Ini hanya pembaruan dari perjanjian-perjanjian sebelumnya," ujar Muradi saat dikonfirmasi, Selasa (14/4).
Memperkuat Kapasitas Pertahanan
Menurut Muradi, poin-poin yang disepakati oleh kedua menteri bukanlah hal baru yang perlu disikapi secara berlebihan. Fokus utama dari kesepakatan tersebut tetap pada penguatan kemitraan strategis.
"Biasa saja, untuk memperkuat kemitraan, untuk meningkatkan kapasitas pertahanan kedua negara," tuturnya.
Terkait kekhawatiran penggunaan wilayah udara, Muradi menilai hal tersebut sah-sah saja selama dalam bingkai latihan bersama dan bukan untuk kepentingan agresi. "Kalau untuk latihan militer kedua negara, itu kan hal yang biasa dilakukan," imbuhnya.
Infrastruktur di Luar Indonesia
Meski tensi politik global tengah menghangat, Muradi berpendapat kecil kemungkinan AS memanfaatkan Indonesia sebagai basis agresi ke negara lain. Secara teknis, agresi militer membutuhkan dukungan infrastruktur yang masif dan kompleks, bukan sekadar pelintasan udara.
Apalagi, AS saat ini telah memiliki jaringan pangkalan militer yang kuat di sekitar kawasan Nusantara. "Kalau tujuannya untuk kepentingan militer (agresi), perlu infrastruktur yang lain. Ada di Filipina, Darwin (Australia), dan Singapura," jelas Muradi.
Dengan keberadaan basis di negara-negara tetangga tersebut, Indonesia dinilai tidak lagi menjadi urgensi bagi AS sebagai jalur logistik serangan udara.
Konsistensi Politik Bebas Aktif
Kendati demikian, Muradi mengingatkan pemerintah agar tetap teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif. Doktrin ini menjadi tameng agar Indonesia tidak terjebak dalam kepentingan blok militer mana pun.
"Pemerintah harus selalu berpegang kepada doktrin politik bebas aktif. Kalau izin penggunaan wilayah udara itu untuk kepentingan menyerang negara lain, berarti ada yang salah dengan pemerintah kita," tegasnya.
Ia tidak menampik adanya upaya konstan dari Washington untuk menarik Jakarta ke dalam lingkaran sekutunya. Setiap kerja sama militer, menurutnya, kerap dibarengi dengan lobi-lobi geopolitik. "Pasti. Selalu ada upaya dari Amerika untuk mengajak Indonesia masuk menjadi sekutunya," pungkas Muradi. (BY/P-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Presiden Prabowo tiba di Moskow dan disambut pejabat tinggi Rusia. Agenda utama: pertemuan dengan Vladimir Putin bahas energi dan kerja sama strategis.
Iran ajak Turki investigasi bersama dugaan serangan rudal guna tangkal propaganda. Erdogan sampaikan belasungkawa atas wafatnya Ali Khamenei dan tragedi sekolah Minab.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono bertemu Menlu AS Marco Rubio untuk memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif.
Kesepakatan dagang Indonesia-Amerika Serikat (AS) yang memangkas tarif hingga nol persen untuk ribuan produk Indonesia dinilai membuka peluang ekspo
Kedutaan Besar China di AS membantah keras tudingan uji coba nuklir Beijing, menyebutnya sebagai manipulasi politik Washington untuk menjaga hegemoni nuklir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved