Kurs Rupiah Hari ini: Sentimen Risk-Off Timur Tengah Bayangi Mata Uang

Media Indonesia
24/4/2026 11:05
Kurs Rupiah Hari ini: Sentimen Risk-Off Timur Tengah Bayangi Mata Uang
Ilustrasi.(Freepik)

NILAI tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat pagi (24/4/2026). Rupiah terpantau masih dibayangi sentimen risk-off akibat tingginya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait prospek perdamaian antara AS dan Iran.

Berdasarkan data pasar Jumat (24/4) pagi, rupiah sempat menguat tipis 6 poin atau 0,03 persen ke level 17.280 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 17.286 per dolar AS.

Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa pelaku pasar saat ini cenderung menghindari aset berisiko. Hal ini dipicu oleh sikap Gedung Putih yang masih menunggu respons Iran sebelum memulai negosiasi perdamaian formal.

"Investor menafsirkan pernyataan tersebut sebagai sinyal masih tingginya ketidakpastian terkait proses perdamaian," ujar Josua di Jakarta, Jumat.

Kondisi ini diperumit dengan dinamika di lapangan:

  • Blokade Laut: Pascakegagalan pembicaraan di Islamabad, AS menyatakan mulai memblokade kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran.
  • Sikap AS: Presiden Donald Trump menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata sambil tetap melanjutkan blokade, dengan klaim pembicaraan damai mungkin terjadi dalam 36-72 jam ke depan.
  • Respons Iran: Pihak Iran menyatakan keraguan atas ketulusan AS dan meminta agar negosiasi tidak didasarkan pada pendiktean syarat atau upaya memperpanjang proses secara sengaja.

Data Ekonomi AS yang Solid

Selain faktor geopolitik, penguatan dolar AS juga didorong oleh rilis data ekonomi domestik mereka yang lebih kuat dari perkiraan. Data Purchasing Managers' Index (PMI) awal AS periode April 2026 menunjukkan ketahanan ekonomi yang signifikan:

  • Manufacturing PMI: Naik ke level 54,0 (Ekspektasi: 52,5).
  • Services PMI: Rebound ke level 51,3 (Ekspektasi: 50,6).

Meskipun data klaim pengangguran (Initial Jobless Claims) AS meningkat menjadi 214 ribu, performa sektor manufaktur dan jasa yang ekspansif memberikan tenaga bagi indeks dolar.

Proyeksi Kurs: Dengan mempertimbangkan kombinasi sentimen global dan data ekonomi AS, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam kisaran 17.225 hingga 17.350 per dolar AS sepanjang hari ini.

Para pelaku pasar kini terus mencermati perkembangan di Selat Hormuz dan pernyataan resmi dari otoritas moneter untuk mengantisipasi volatilitas lebih lanjut pada nilai tukar. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya