Rupiah Menguat Tipis, Turis Singapura Panen Untung

Hendri Kremer
25/4/2026 16:52
Rupiah Menguat Tipis, Turis Singapura Panen Untung
Ilustrasi(ANTARA)

NILAI tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat tipis pada perdagangan akhir pekan, Sabtu (25/4), setelah sebelumnya mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir.

Di pasar spot, rupiah bergerak di kisaran Rp17.250–Rp17.300 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi sebelumnya yang sempat melemah di atas Rp17.300 per dolar AS. Meski demikian, penguatan tersebut dinilai masih terbatas dan belum mengubah tren pelemahan jangka pendek.

Pelaku pasar menilai pergerakan rupiah masih dipengaruhi sentimen global, terutama arah kebijakan moneter di Amerika Serikat serta ketidakpastian geopolitik yang mendorong penguatan dolar AS.

Sementara itu, terhadap dolar Singapura, rupiah berada pada kisaran Rp13.450–Rp13.500 per dolar Singapura (SGD) di pasar global. Adapun kurs perbankan tercatat di kisaran Rp13.285 (beli) hingga Rp13.635 (jual), mencerminkan stabilitas relatif mata uang Negeri Singa tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Di Kota Batam, pergerakan nilai tukar memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, mengingat tingginya ketergantungan pada barang impor dan transaksi lintas negara, khususnya Singapura.

Sejumlah pelaku usaha mengaku masih menghadapi tekanan biaya akibat pelemahan rupiah sebelumnya. “Penguatan hari ini belum terlalu berdampak. Harga barang masih mengikuti kurs lama,” ujar Daniel Tan seorang pelaku usaha di Batam, Sabtu (25/4).

Kondisi tersebut berimbas pada kenaikan harga sejumlah produk impor, seperti elektronik dan bahan baku industri.

Namun, di tengah tekanan bagi pelaku usaha, kondisi nilai tukar justru memberikan keuntungan bagi wisatawan mancanegara. Turis asal Singapura yang berkunjung ke Batam pada akhir pekan ini mengaku mendapatkan nilai tukar yang lebih menguntungkan.

“Dengan uang yang sama, sekarang bisa dapat lebih banyak. Makan, belanja, dan spa jadi lebih murah,” ujar Jason Lee , 32, wisatawan asal Singapura.

Hal senada disampaikan Melissa, 29, yang menyebut biaya liburan di Batam kini terasa lebih terjangkau dibandingkan kunjungan sebelumnya.

Kunjungan wisatawan Singapura ke Batam memang cenderung meningkat pada akhir pekan, didorong jarak yang dekat serta biaya yang relatif murah.

Pengamat ekonomi menilai, dalam jangka pendek rupiah masih berpotensi bergerak fluktuatif seiring dinamika global dan arus modal asing. Namun, fundamental ekonomi domestik yang stabil diharapkan dapat menjaga nilai tukar agar tidak melemah lebih dalam. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya