Cabai Masih Mahal, Komoditas Pangan Lain di Batam Cenderung Stabil

Hendri Kremer
25/4/2026 18:05
Cabai Masih Mahal, Komoditas Pangan Lain di Batam Cenderung Stabil
Tumpukan cabai merah segar di pasar tradisional, harga yang masih tinggi akibat terbatasnya pasokan di Batam(MI/HENDRI KREMER)

HARGA komoditas pangan di Kota Batam menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Sejumlah jenis cabai masih bertahan di level tinggi, sementara bahan pokok lainnya relatif stabil dengan perubahan harga yang tipis.

Berdasarkan pantauan di pasar tradisional, harga cabai rawit merah tercatat sekitar Rp64.050 per kilogram. Tingginya harga dipicu oleh terbatasnya pasokan akibat musim panen yang belum optimal. Kondisi ini membuat pedagang kesulitan menjaga kestabilan harga di pasaran.

Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp48.750 per kilogram dan cabai merah keriting Rp46.750 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau juga masih relatif tinggi, yakni sekitar Rp49.000 per kilogram.

Di sisi lain, sejumlah komoditas pangan utama menunjukkan kestabilan. Harga telur ayam ras tercatat Rp31.950 per kilogram, bawang merah Rp46.100, bawang putih Rp39.700, serta beras kualitas bawah I sebesar Rp14.600 per kilogram. Harga minyak goreng curah berada di Rp20.500 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan berkisar Rp22.750 hingga Rp23.700 per kilogram.

Adapun harga daging ayam ras berada di angka Rp39.200 per kilogram, daging sapi kualitas I Rp148.150 per kilogram, dan gula pasir premium Rp20.250 per kilogram.

Kepala Pasar Tiban Batam, Irwan, mengatakan fluktuasi harga, khususnya cabai, merupakan hal yang lazim terjadi. “Pergerakan harga sangat dipengaruhi oleh pasokan dan distribusi. Cabai termasuk komoditas yang sensitif terhadap kondisi tersebut,” katanya, Sabtu (25/4).

Kondisi ini turut dirasakan masyarakat. Siti, 34, warga Batu Aji, mengaku harus mengurangi konsumsi cabai dalam menu harian. “Harga cabai masih tinggi, jadi belanja harus disesuaikan agar tidak terlalu membebani anggaran,” katanya.

Senada, Mira, 29, warga Tiban, menyebut kestabilan harga bahan pokok lain cukup membantu. “Beras, minyak, dan telur masih stabil. Tapi kalau cabai terus mahal, cukup menyulitkan untuk masakan sehari-hari,” ujarnya.

Pengamat ekonomi menilai kondisi ini mencerminkan tren harga campuran, di mana komoditas tertentu seperti cabai mengalami tekanan, sementara bahan pokok lain cenderung stabil. Pemerintah daerah bersama pelaku usaha diharapkan terus memantau distribusi agar pasokan tetap terjaga dan harga tidak melonjak lebih tinggi.

Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan harga secara berkala serta menyesuaikan pola konsumsi dan pengeluaran rumah tangga. Di sisi lain, pedagang juga diharapkan mampu mengelola stok secara efektif guna menjaga kestabilan pasokan di pasar. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya