Rupiah Hari Ini 29 April 2026 Melemah karena Negosiasi AS-Iran Buntu

Andhika Prasetyo
29/4/2026 10:31
Rupiah Hari Ini 29 April 2026 Melemah karena Negosiasi AS-Iran Buntu
ilustrasi(Antara)

 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada perdagangan Rabu pagi. Mata Uang Rupiah terkoreksi sebesar 32 poin atau 0,19% ke level Rp17.275 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan sebelumnya di level Rp17.243 per dolar AS.

 

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa pelemahan ini dipicu oleh mandeknya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kondisi tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang telah terjadi sejak sesi Asia pada Selasa (28/4).

“Harga minyak terus meningkat didorong oleh mandeknya negosiasi perdamaian antara AS dan Iran. Akibatnya, kekhawatiran terhadap inflasi global semakin meningkat, sehingga menekan mata uang Asia, termasuk rupiah,” ujar Josua di Jakarta, Rabu.

Ketegangan di Timur Tengah semakin meruncing setelah pihak Washington menyatakan skeptis terhadap proposal baru Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Proposal tersebut dianggap menghindari pembahasan krusial mengenai aktivitas nuklir di Teheran. Presiden AS Donald Trump dilaporkan tidak puas dengan tawaran tersebut, yang berimplikasi pada ketidakpastian keamanan pelayaran di kawasan Teluk.

Sentimen Global: Inflasi dan Kebijakan The Fed

Mengutip data Anadolu, harga komoditas global menunjukkan tren beragam di tengah ancaman penutupan Selat Hormuz. Situasi ini memicu ekspektasi kenaikan inflasi global yang dapat memaksa bank sentral AS, The Fed, untuk mengadopsi pendekatan kebijakan moneter yang lebih hati-hati (hawkish).

Selain faktor Iran, pasar juga bereaksi terhadap keputusan mengejutkan dari Uni Emirat Arab (UAE). Negara tersebut secara resmi mengumumkan pengunduran diri dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan OPEC+, yang akan berlaku efektif mulai 1 Mei 2026.

Analisis Sentimen Pasar:
  • Konflik AS-Iran: Kebuntuan negosiasi meningkatkan risiko gangguan pasokan energi.
  • Keluar UAE dari OPEC+: Menambah ketidakpastian geopolitik dan stabilitas harga minyak.
  • Ekspektasi Inflasi: Biaya energi yang tinggi mendorong penguatan dolar AS sebagai aset aman (safe haven).

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Dengan mempertimbangkan berbagai tekanan eksternal tersebut, Mata Uang Rupiah diprediksi masih akan mengalami tekanan sepanjang hari ini. Josua Pardede memperkirakan pergerakan rupiah akan berada dalam rentang yang cukup lebar.

“Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.200 hingga Rp17.325 per dolar AS,” pungkasnya.

Kondisi pasar saat ini sangat bergantung pada perkembangan diplomasi di Timur Tengah serta rilis data ekonomi global yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga internasional.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya