Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan tegas terkait fluktuasi nilai tukar Mata Uang Rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (23/4). Menurutnya, kondisi tersebut bukan merupakan refleksi dari memburuknya fundamental ekonomi domestik.
Purbaya menekankan bahwa tekanan terhadap nilai tukar saat ini lebih banyak dipicu oleh faktor global dan kebisingan (noise) pasar yang menciptakan ekspektasi negatif yang tidak berdasar.
"Dibanding negara lain, kita tetap kuat apalagi dibanding Malaysia, Thailand dan lain-lain tetap kuat, hanya aktivitas nilai tukarnya beda," ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (24/4).
Menkeu menjelaskan bahwa saat ini terbentuk opini seolah-olah ekonomi Indonesia akan menuju keterpurukan dalam beberapa bulan ke depan, khususnya pada periode Juni dan Juli. Namun, ia membantah prediksi tersebut dengan menyatakan bahwa fondasi ekonomi nasional tetap stabil.
"Ini kan juga terjadi noise yang seolah menggambarkan ekonomi kita sedang menuju keterpurukan. Mereka bilang kan tiga bulan waktu itu, berarti dua bulan lagi, Juni, Juli, tetapi keadaannya tidak seperti itu," jelas Purbaya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki hambatan struktural guna mempercepat penguatan ekonomi, sehingga fondasi ekonomi tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang lebih cepat.
Terkait langkah stabilisasi, Menkeu Purbaya menyerahkan sepenuhnya mekanisme pengendalian nilai tukar kepada Bank Indonesia (BI). Sebagai otoritas moneter, BI dianggap memiliki instrumen yang mumpuni untuk meredam gejolak jangka pendek di pasar valuta asing.
| Aspek Ekonomi | Status Menurut Menkeu |
|---|---|
| Fundamental Ekonomi | Tetap Kuat & Stabil |
| Penyebab Pelemahan | Faktor Global & Sentimen Pasar |
| Posisi Regional | Lebih Tangguh dari Malaysia/Thailand |
Menkeu juga membantah keras spekulasi yang menyebutkan bahwa pelemahan Mata Uang Rupiah dilakukan secara sengaja untuk kepentingan tertentu. Ia menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar berjalan sesuai dengan fundamental yang ada, meskipun dalam jangka pendek terdapat tekanan dari ekspektasi negatif pasar.
"Kita jalankan sesuai dengan fundamental yang ada. Ekspektasi negatif terbentuk karena banyak yang bilang kita akan jatuh, rupiah akan menuju level yang lebih lemah lagi. Saya bilang tidak begitu," pungkasnya. (H-4)
Nilai tukar mata uang rupiah ditutup melemah ke Rp17.326 per dolar AS dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah dan peningkatan permintaan aset safe haven.
Nilai tukar rupiah melemah pada Rabu pagi ke level Rp17.275 per dolar AS. Dipicu kebuntuan negosiasi AS-Iran dan keluarnya UAE dari OPEC+.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah dibuka melemah 32 poin ke level Rp17.275 per dolar AS pada Rabu (29/4) pagi akibat tekanan sentimen global.
Nilai tukar rupiah ditutup menguat ke Rp17.229 per dolar AS. Pengamat menilai sentimen konflik Iran-AS dan kebijakan The Fed masih memengaruhi pasar.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 12 poin ke level Rp17.223 pada Selasa (28/4). Simak analisis pergerakan mata uang rupiah di sini.
Mata Uang Rupiah Senin (27/4) pagi menguat 18 poin ke level Rp17.211 per dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs dan sentimen pasar selengkapnya.
Di Batam, pergerakan nilai tukar berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, mengingat tingginya ketergantungan pada barang impor dan transaksi lintas negara, khususnya Singapura.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved