Rupiah Menguat ke Rp17.229 per Dolar AS, Sentimen Konflik Iran-AS masih Bayangi Pasar

Irvan Sihombing
28/4/2026 16:54
Rupiah Menguat ke Rp17.229 per Dolar AS, Sentimen Konflik Iran-AS masih Bayangi Pasar
Warga menjual mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di Debe money changer, Banda Aceh, Aceh, Kamis (10/4/2025).(Antara)

NILAI tukar rupiah ditutup menguat ke level Rp17.229 per dolar AS pada perdagangan Selasa (28/4/2026( sore, naik 32 poin atau 0,19 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Meski berhasil menguat tipis, pergerakan mata uang Garuda masih dibayangi sentimen global terkait kebuntuan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu ketidakpastian pasar.

Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, alotnya negosiasi pembukaan Selat Hormuz dan skeptisisme Washington terhadap proposal Teheran menjadi faktor utama yang menahan laju apresiasi rupiah lebih jauh. 

“Upaya untuk mengakhiri perang AS-Iran tampaknya terhenti, dengan jalur air penting Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup, sehingga pasokan energi dari wilayah penghasil minyak utama di Timur Tengah tersebut tidak dapat diakses oleh pembeli global,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Iran disebut telah menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz pada pekan ini. Namun, sebagian pihak di Washington disebut skeptis karena proposal tersebut tidak menyertakan pembahasan aktivitas nuklir Teheran.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan tidak menyambut baik proposal tersebut. Sumber-sumber Iran menyebutkan bahwa usulan Teheran menghindari pembahasan program nuklir hingga konflik mereda dan sengketa pelayaran di Teluk diselesaikan.

“Ketidakpuasan Trump terhadap tawaran Iran membuat konflik tersebut buntu, dengan Iran menutup arus pelayaran melalui Selat Hormuz, yang biasanya membawa pasokan setara dengan sekitar 20 persen konsumsi minyak dan gas global, dan AS tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran,” kata Ibrahim.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati agenda Federal Reserve pada pekan ini yang dinilai akan memberikan arah kebijakan moneter ke depan.

“The Fed juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu (29/4/2026),” ujar Ibrahim.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia tercatat berada di level Rp17.245 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.277 per dolar AS. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya