Angkatan Darat: Republik Islam Iran Harga Mati!

Khoerun Nadif Rahmat
19/4/2026 19:08
Angkatan Darat: Republik Islam Iran Harga Mati!
Pawai pro-pemerintah untuk mendukung pihak berwenang dalam rangka Hari Tentara Nasional, yang dimulai dari Lapangan Imam Hossein di Teheran, Iran, Jumat (17/4/2026).(Antara/Anadolu)

KETEGANGAN di kawasan Timur Tengah kian memuncak setelah pimpinan militer Iran menegaskan komitmen seluruh pasukan untuk mempertahankan kedaulatan negara. Pihak Angkatan Darat siap berjuang hingga titik darah penghabisan. 

Panglima Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, menyatakan pasukannya berada dalam kesiapan tempur tertinggi guna menjaga independensi, integritas teritorial, dan keamanan di seluruh lini, baik darat, udara, maupun laut. Buat mereka, Republik Islam Iran ialah harga mati.

Hatami menegaskan kekuatan militer Iran bersama cabang angkatan bersenjata lainnya tetap solid untuk menghadapi musuh secara tegas. Upaya tersebut beriringan dengan pengembangan kemampuan militer yang terus ditingkatkan.

Menurutnya, pasukan Iran digerakkan oleh semangat pengorbanan dan jihad serta memiliki komitmen yang tidak tergoyahkan dalam menjalankan misi negara.

“Pasukan kami akan menghadapi musuh hingga tarikan napas terakhir dengan jari di pelatuk, siap untuk konfrontasi dan berkorban,” ujar Hatami dikutip dari Al Jazeera.

Senada dengan itu, Komandan Pasukan Dirgantara Garda Revolusi Iran, Majid Mousavi, mengeklaim bahwa Iran kini memiliki kemampuan untuk memperbarui dan mengisi ulang peluncur rudal serta drone dengan kecepatan tinggi. Kapasitas itu disebutnya jauh lebih meningkat dibandingkan sebelum periode konflik pecah.

Mousavi menekankan keunggulan logistik tersebut sebagai pembeda utama dengan pihak lawan. Menurutnya, musuh tidak mampu membangun kembali amunisi mereka selama masa gencatan senjata berlangsung. Melalui tayangan video di fasilitas rudal bawah tanah yang dirilis Nournews, ia menyebut lawan harus mendatangkan amunisi dari belahan dunia lain secara bertahap.

“Selama gencatan senjata, kecepatan kami dalam memperbarui dan mengisi ulang landasan peluncuran rudal dan drone bahkan lebih cepat dibandingkan sebelum perang. Kami tahu bahwa musuh tidak mampu menciptakan kondisi ini bagi mereka sendiri,” kata Mousavi.

Dalam analisisnya, Mousavi menyatakan pihak lawan telah mengalami kerugian besar dalam peta konflik saat ini. Ia menilai posisi lawan kian terdesak di berbagai titik strategis kawasan.

“Mereka kehilangan tahap perang ini. Mereka kehilangan selat, Libanon, dan kawasan,” pungkasnya. (Ndf/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya