Trump Incar Kesepakatan Abadi dengan Iran tanpa Senjata Nuklir

Media Indonesia
24/4/2026 09:53
Trump Incar Kesepakatan Abadi dengan Iran tanpa Senjata Nuklir
Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan ambisinya untuk mencapai kesepakatan abadi dengan Iran. Fokus utama dari kesepakatan tersebut adalah memastikan bahwa Teheran tidak akan pernah memiliki kemampuan untuk mengembangkan atau memiliki senjata nuklir di masa depan.

"Saya ingin kesepakatan itu abadi. Saya ingin kesepakatan mereka tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk mendapatkan (senjata nuklir)," ujar Trump kepada awak media pada Kamis (23/4/2026) waktu setempat.

Trump menjelaskan bahwa saat ini Amerika Serikat sebenarnya memiliki kapasitas untuk mencapai kesepakatan sementara yang berdurasi sekitar 20 tahun. Durasi tersebut dianggap sebagai waktu yang dibutuhkan Republik Islam Iran untuk membangun kembali kemampuan nuklirnya jika pengawasan dilonggarkan. Namun, Trump lebih memilih solusi permanen daripada sekadar penundaan jangka panjang.

Ketegangan Militer dan Upaya Diplomasi

Pernyataan ini muncul di tengah situasi geopolitik yang sangat dinamis di Timur Tengah. Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta jatuhnya korban sipil.

Pascaeskalasi tersebut, upaya diplomasi sempat menunjukkan titik terang ketika Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu pada 7 April. Langkah ini diikuti dengan pembicaraan tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan. Namun, dialog tersebut berakhir tanpa mencapai kesimpulan konkret.

Blokade Pelabuhan dan Prospek Damai

Kegagalan dalam pembicaraan di Islamabad memicu reaksi keras dari Washington. Amerika Serikat menyatakan akan mulai melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan utama Iran sebagai bentuk tekanan ekonomi dan politik.

Meski tetap menerapkan blokade, Trump mengindikasikan bahwa pintu diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran sembari melanjutkan pengawasan ketat di perairan.

Trump juga menambahkan bahwa pembicaraan damai lanjutan dengan Iran sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat. "Mungkin terjadi dalam 36 hingga 72 jam ke depan," pungkasnya, memberikan sinyal optimisme di tengah ketegangan yang masih menyelimuti kedua negara. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya