IMO: 29 Serangan Kapal Sipil di Teluk Persia dan Selat Hormuz

Media Indonesia
25/4/2026 14:00
IMO: 29 Serangan Kapal Sipil di Teluk Persia dan Selat Hormuz
Ilustrasi.(Freepik)

ORGANISASI Maritim Internasional (IMO) Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan peningkatan eskalasi di jalur perdagangan laut global. Sebanyak 29 serangan terhadap kapal sipil telah terverifikasi terjadi di Teluk Persia dan sekitar Selat Hormuz sejak pecahnya ketegangan konflik di sekitar Iran.

"Sebanyak 29 serangan terhadap kapal di Teluk Persia dan sekitar Selat Hormuz telah diverifikasi oleh IMO sejak awal konflik," tulis IMO dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat (25/4).

Krisis Kemanusiaan di Laut: 20.000 Pelaut Terjebak

Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, memperingatkan adanya ancaman krisis kemanusiaan bagi para awak kapal. Saat ini, diperkirakan sekitar 20.000 pelaut yang berada di sekitar 1.600 kapal masih terjebak di kawasan Teluk akibat situasi keamanan yang tidak menentu.

Dominguez menyatakan bahwa persediaan logistik di kapal-kapal yang terjebak, termasuk air bersih, makanan, dan bahan bakar, berpotensi segera menipis. Meski demikian, ia mengapresiasi negara-negara di kawasan yang telah memberikan dukungan darurat bagi kebutuhan penting para pelaut tersebut.

Data Korban: Pada awal April, IMO mencatat 21 serangan yang mengakibatkan 10 orang tewas. Hingga laporan terbaru ini dirilis, belum ada laporan tambahan mengenai korban jiwa baru, tetapi risiko keamanan tetap berada pada level tertinggi.

Rencana Evakuasi dan Konteks Geopolitik

IMO saat ini tengah menyusun rencana evakuasi bagi awak kapal dengan bekerja sama dengan negara-negara anggota dan mitra strategis. Rencana ini mencakup penyusunan daftar kapal terdampak serta penentuan prioritas evakuasi berdasarkan kebutuhan kemanusiaan yang paling mendesak.

Ketegangan di kawasan ini meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap target di Iran pada 28 Februari lalu, yang dilaporkan mengakibatkan lebih dari 3.000 korban jiwa. Situasi sempat mereda sesaat ketika Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata dua pekan pada 8 April.

Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa terobosan signifikan. Walaupun belum ada laporan mengenai dimulainya kembali kontak senjata secara terbuka, Amerika Serikat dilaporkan masih memberlakukan blokade ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan utama di Iran, yang semakin mempersulit arus lalu lintas maritim di Selat Hormuz. (Sputnik/RIA Novosti-OANA/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya