Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Maritim Internasional (IMO) Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan peningkatan eskalasi di jalur perdagangan laut global. Sebanyak 29 serangan terhadap kapal sipil telah terverifikasi terjadi di Teluk Persia dan sekitar Selat Hormuz sejak pecahnya ketegangan konflik di sekitar Iran.
"Sebanyak 29 serangan terhadap kapal di Teluk Persia dan sekitar Selat Hormuz telah diverifikasi oleh IMO sejak awal konflik," tulis IMO dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat (25/4).
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, memperingatkan adanya ancaman krisis kemanusiaan bagi para awak kapal. Saat ini, diperkirakan sekitar 20.000 pelaut yang berada di sekitar 1.600 kapal masih terjebak di kawasan Teluk akibat situasi keamanan yang tidak menentu.
Dominguez menyatakan bahwa persediaan logistik di kapal-kapal yang terjebak, termasuk air bersih, makanan, dan bahan bakar, berpotensi segera menipis. Meski demikian, ia mengapresiasi negara-negara di kawasan yang telah memberikan dukungan darurat bagi kebutuhan penting para pelaut tersebut.
IMO saat ini tengah menyusun rencana evakuasi bagi awak kapal dengan bekerja sama dengan negara-negara anggota dan mitra strategis. Rencana ini mencakup penyusunan daftar kapal terdampak serta penentuan prioritas evakuasi berdasarkan kebutuhan kemanusiaan yang paling mendesak.
Ketegangan di kawasan ini meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap target di Iran pada 28 Februari lalu, yang dilaporkan mengakibatkan lebih dari 3.000 korban jiwa. Situasi sempat mereda sesaat ketika Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata dua pekan pada 8 April.
Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa terobosan signifikan. Walaupun belum ada laporan mengenai dimulainya kembali kontak senjata secara terbuka, Amerika Serikat dilaporkan masih memberlakukan blokade ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan utama di Iran, yang semakin mempersulit arus lalu lintas maritim di Selat Hormuz. (Sputnik/RIA Novosti-OANA/Ant/I-2)
Konflik Iran-AS-Israel picu tumpahan minyak besar di Teluk Persia. Jutaan orang terancam krisis air bersih dan kehancuran ekosistem laut.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) resmi memblokade Selat Hormuz. Iran menuding AS melanggar kesepakatan gencatan senjata terkait blokade laut.
Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Ketegangan meningkat di Teluk Persia. AS pertimbangkan operasi darat di Pulau Kharg, sementara Iran perkuat pertahanan dengan ranjau dan sistem rudal MANPADS.
KETEGANGAN di kawasan Teluk kian memuncak setelah Iran mengeluarkan peringatan keras akan memasang ranjau di seluruh jalur komunikasi di Teluk Persia.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved