Ancaman Bencana Ekologi! Tumpahan Minyak di Teluk Persia Terlihat dari Luar Angkasa

Thalatie K Yani
22/4/2026 08:20
Ancaman Bencana Ekologi! Tumpahan Minyak di Teluk Persia Terlihat dari Luar Angkasa
Tumpahan minyak di sekitar Pulau Lavan, Iran, seperti yang terlihat dari citra satelit yang diambil pada 10 April.(Sentinel-2/Badan Antariksa Eropa)

CITRA satelit terbaru menunjukkan tumpahan minyak dalam skala besar di Teluk Persia menyusul serangkaian serangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Para ahli memperingatkan adanya ancaman bencana lingkungan hebat yang dapat melumpuhkan ekosistem laut serta mengancam pasokan air bersih bagi jutaan orang.

Data satelit memberikan gambaran kehancuran di kawasan tersebut, termasuk kerusakan pada keanekaragaman hayati yang rapuh. Tumpahan minyak ini berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat di sepanjang pesisir Teluk serta merusak kekayaan hayati laut yang ada.

Titik Tumpahan Minyak yang Mengkhawatirkan

Salah satu citra satelit yang diambil pada 7 April menunjukkan tumpahan minyak sepanjang lebih dari lima mil (sekitar 8 km) di Selat Hormuz, dekat Pulau Qeshm, Iran. Juru bicara Greenpeace Jerman, Nina Noelle, mengungkapkan bahwa kapal Iran, Shahid Bagheri, mengalami kebocoran minyak di area tersebut setelah terkena serangan pasukan AS pada 28 Februari lalu.

Selain itu, tumpahan minyak juga terdeteksi di sekitar Pulau Lavan. Media pemerintah Iran melaporkan adanya serangan "oleh musuh" terhadap fasilitas minyak di pesisir pulau tersebut pada 7 April. Video yang diverifikasi menunjukkan api besar berkobar dari kilang minyak Iran di lokasi tersebut.

Wim Zwijnenburg, pemimpin proyek dari organisasi perdamaian Belanda PAX, menyebut insiden di Lavan sebagai "darurat lingkungan besar".

"Tumpahan tersebut kini juga mencapai Pulau Shidvar... yang merupakan situs yang dilindungi. Pulau itu tidak berpenghuni, tetapi memiliki berbagai spesies yang dilindungi di sana," ujar Zwijnenburg kepada CNN.

Pulau Shidvar adalah pulau karang yang kaya akan satwa liar, termasuk penyu dan burung laut. Selain di Iran, citra satelit juga menunjukkan tumpahan minyak di lepas pantai Kuwait pada 6 April, setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran menargetkan fasilitas petrokimia sebagai aksi balasan.

Ancaman bagi Manusia dan Satwa Laut

Dalam skenario terburuk, tumpahan minyak ini dapat berdampak langsung pada ribuan warga pesisir, terutama di Iran, karena mengontaminasi ikan yang menjadi sumber pangan dan pendapatan utama.

Lebih mengkhawatirkan lagi, tumpahan ini mengancam sistem filtrasi pada instalasi desalinasi (penyulingan air laut). Padahal, hampir 100 juta orang di kawasan tersebut bergantung pada instalasi tersebut untuk mendapatkan air bersih.

Nina Noelle dari Greenpeace memperingatkan pembersihan tumpahan minyak di Teluk Persia saat ini hampir mustahil dilakukan karena konflik yang terus berlanjut.

"Tumpahan minyak dapat memberikan dampak luas yang besar, memengaruhi seluruh ekosistem mulai dari mikroorganisme hingga ikan, burung, dan penyu laut yang bergantung pada habitat bakau," jelas Noelle.

Data Greenpeace Jerman mencatat ada sekitar 75 kapal tanker minyak besar di Teluk yang membawa total hampir 19 miliar liter minyak mentah. Jika lebih banyak kapal yang terkena serangan, kawasan ini benar-benar berada di ambang bencana ekologi yang tak terbayangkan. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya