Ketegangan Memuncak! Iran Tutup Total Selat Hormuz Mulai Malam Ini

Thalatie K Yani
19/4/2026 04:17
Ketegangan Memuncak! Iran Tutup Total Selat Hormuz Mulai Malam Ini
Selat Hormuz(Media Sosial X)

ESKALASI ketegangan di kawasan Teluk kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan penutupan total Selat Hormuz mulai Sabtu malam waktu setempat. Keputusan ini diambil hanya sehari setelah Teheran sempat membuka jalur perairan vital tersebut pada Jumat lalu.

Dalam pernyataan resmi melalui saluran Telegram, angkatan laut IRGC menegaskan segala bentuk aktivitas yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai tindakan provokasi.

"Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai bentuk kerja sama dengan musuh, dan setiap kapal yang melanggar akan menjadi target sasaran," tulis pernyataan resmi IRGC.

Tudingan Pelanggaran Gencatan Senjata

Alasan di balik penutupan mendadak ini adalah kekecewaan Iran terhadap Amerika Serikat. Teheran menuduh Washington telah mengkhianati kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disetujui oleh kedua belah pihak.

Menurut IRGC, pihak Amerika Serikat gagal memenuhi janji untuk mencabut blokade laut terhadap kapal-kapal dan pelabuhan Iran. "Sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata, musuh Amerika tidak mencabut blokade laut terhadap kapal dan pelabuhan Iran. Oleh karena itu, mulai malam ini, Selat Hormuz akan ditutup hingga blokade tersebut dicabut," tegas IRGC.

Pihak militer Iran juga memberikan peringatan keras agar seluruh kapal tidak bergerak dari titik jangkar mereka, baik yang berada di Teluk Persia maupun di Laut Oman. Mereka juga mengimbau para pemilik kapal untuk hanya mengikuti informasi resmi dari Iran dan mengabaikan pernyataan Presiden AS yang dianggap "tidak memiliki kredibilitas."

Prinsip Keadilan Akses Jalur Laut

Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf, turut mengecam tindakan AS yang memicu kebuntuan ini. Ia menyebut blokade yang dilakukan Amerika sebagai keputusan yang "ceroboh dan bodoh."

"Sangat tidak mungkin bagi pihak lain untuk melewati Selat Hormuz sementara kami sendiri tidak bisa melakukannya," ujar Ghalibaf dalam keterangannya kepada media pemerintah.

Protokol Baru dan Biaya Prioritas

Di tengah penutupan ini, seorang pejabat senior Iran mengungkapkan kepada CNN bahwa pihaknya akan menerapkan skema prioritas bagi kapal yang ingin melintas. Namun, akses tersebut tidak gratis. Iran akan mengutamakan kapal-kapal yang bersedia membayar biaya layanan keamanan dan keselamatan.

"Mengingat keterbatasan jumlah kapal yang diizinkan lewat, Iran memutuskan untuk memberikan prioritas kepada kapal-kapal yang merespons lebih cepat terhadap protokol baru Selat Hormuz dan membayar biaya layanan keamanan serta keselamatan," ungkap pejabat tersebut.

Bagi kapal yang enggan membayar biaya tersebut, Iran memastikan bahwa jadwal perlintasan mereka akan ditangguhkan. Langkah ini diklaim Iran sebagai bagian dari upaya mengelola lalu lintas maritim di bawah "tatanan baru" yang kini berlaku di selat tersebut. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya