IRGC Rilis Video Usir Kapal Perang AS dari Selat Hormuz, Bantah Klaim Washington

Haufan Hasyim Salengke
13/4/2026 13:09
IRGC Rilis Video Usir Kapal Perang AS dari Selat Hormuz, Bantah Klaim Washington
ilustrasi - Personel Garda Revolusi Iran melakukan patroli di Selat Hormuz.(Tasnim News Agency)

KORPS Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim dua kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat (AS)  mundur dari Selat Hormuz usai mendapat peringatan dari pasukan Iran.

Media pemerintah Iran, Minggu (12/4), melaporkan bahwa dua kapal perusak AS, yakni USS Michael Murphy (DDG-112) dan USS Frank E. Peterson (DDG-121), berupaya melintasi jalur perairan strategis tersebut di tengah berlangsungnya pembicaraan Iran-AS di Islamabad, Pakistan. 

Namun, menurut laporan tersebut, pasukan angkatan laut Iran melakukan intersepsi sebelum kapal-kapal itu menyelesaikan lintasan, dan mengeluarkan peringatan yang memaksa keduanya berbalik arah.

IRGC bahkan merilis video yang diklaim memperlihatkan momen ketika kapal perang Amerika 'melarikan diri' setelah menerima peringatan dari angkatan laut IRGC di bagian timur Selat Hormuz.

Dalam pernyataan resminya Minggu, IRGC menegaskan sikap tegas terhadap aktivitas militer asing di kawasan tersebut. “Setiap upaya kapal militer untuk melintasi Selat Hormuz akan ditangani secara keras,” demikian pernyataan IRGC.

IRGC juga menekankan bahwa hanya kapal sipil yang diizinkan melintas, itu pun dengan syarat-syarat tertentu. Selain itu, mereka membantah laporan media yang menyebut kapal militer AS berhasil melewati selat tersebut.

Bantahan serupa disampaikan oleh juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbia. "Klaim komandan Centom (Pusat Komando AS) bahwa kapal-kapal Amerika mendekati dan memasuki Selat Hormuz dengan tegas kami bantah,” ujarnya.

Pernyataan itu muncul setelah Centom menyampaikan versi berbeda. Pada Sabtu, Centom mengeklaim dua kapal perusak berpeluru kendali AS telah memasuki Selat Hormuz sebagai bagian dari operasi awal untuk membuka jalur dari ranjau laut dan meningkatkan kepercayaan diri kapal komersial untuk melintas.

Kedua kapal tersebut disebut “berhasil melintasi chokepoint strategis”, menjadi kapal perang Amerika pertama yang melakukannya sejak konflik Iran-AS pecah pada Februari lalu. Centom juga menyebut bahwa operasi tersebut bertujuan menyiapkan kondisi bagi operasi pembersihan ranjau dalam skala besar di kawasan tersebut.

Perbedaan klaim dari kedua pihak menegaskan tingginya tensi di kawasan Teluk, dengan Selat Hormuz kembali menjadi titik rawan dalam hubungan Iran dan Amerika. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute distribusi energi paling vital di dunia, sehingga setiap insiden berpotensi memicu dampak global. (Tasnim/NHK)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya