Iran Klaim tidak Luncurkan Rudal Selama Gencatan Senjata dengan AS

Media Indonesia
10/4/2026 16:41
Iran Klaim tidak Luncurkan Rudal Selama Gencatan Senjata dengan AS
Ilustrasi(Al Jazeera)

KORPS Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah keras adanya aktivitas peluncuran rudal ke negara mana pun sejak dimulainya kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Hal ini disampaikan untuk merespons berbagai spekulasi mengenai eskalasi militer di wilayah tersebut.

Melalui pernyataan resmi yang dilaporkan Al Jazeera dan dikutip RIA Novosti, IRGC menegaskan komitmen mereka terhadap jam operasional gencatan senjata yang tengah berlangsung.

"(Pasukan Iran) Belum meluncurkan rudal apa pun ke negara mana pun selama jam-jam gencatan senjata hingga saat ini," tulis pernyataan resmi IRGC, Jumat, 10 April 2026.

Mengenai laporan terkait adanya serangan pesawat tak berawak (drone), IRGC menyebut hal tersebut sebagai upaya provokasi dari pihak luar. Mereka menuding pihak-pihak yang berseberangan dengan kepentingan Teheran berada di balik laporan tersebut untuk memperkeruh suasana.

"Setiap laporan mengenai adanya serangan pesawat tak berawak tidak diragukan lagi merupakan ulah musuh Zionis atau Amerika," tambah IRGC dalam pernyataan tersebut.

Situasi geopolitik ini menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa, 7 April 2026. Trump menyatakan telah menyetujui gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Teheran, yang diikuti kesepakatan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Sebagai tindak lanjut, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi bahwa Teheran akan memulai pembicaraan resmi dengan Amerika Serikat pada hari ini, Jumat, di Islamabad, Pakistan.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menyatakan harapannya agar pihak Washington menunjukkan itikad yang sama dalam proses negosiasi tersebut.

Serangan Israel di Libanon Berlanjut

Meski ketegangan Iran-AS mereda, situasi di perbatasan Israel-Libanon justru memanas. Pada Rabu, 8 April 2026, pesawat tempur dan artileri Israel dilaporkan menggempur lebih dari selusin permukiman di Libanon selatan, termasuk kota Tyre.

Donald Trump menegaskan bahwa operasi militer Israel di Libanon tidak termasuk dalam butir-butir perjanjian gencatan senjata antara AS dan Iran, sehingga eskalasi di wilayah tersebut tetap berlanjut di tengah proses diplomasi Teheran-Washington.

(Ant/Sputnik/RIA Novosti/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya