Trump Batalkan Utusan ke Pakistan, Diplomasi Perang AS-Iran Buntu?

Thalatie K Yani
26/4/2026 07:47
Trump Batalkan Utusan ke Pakistan, Diplomasi Perang AS-Iran Buntu?
Presiden AS Donald Trump membatalkan kunjungan pejabat AS ke Pakistan untuk membahas gencatan senjata Iran. Trump sebut pihak Iran "membuang waktu".(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan membatalkan rencana kunjungan pejabat senior AS ke Pakistan pada Sabtu waktu setempat. Kunjungan tersebut awalnya dijadwalkan untuk membahas kelanjutan proses diplomasi guna mengakhiri perang dengan Iran.

Trump menyatakan bahwa utusan khusus Steve Witkoff dan menantunya, Jared Kushner, hanya akan "membuang-buang waktu" jika tetap berangkat. Pembatalan ini dilakukan tak lama setelah delegasi Iran meninggalkan Islamabad pasca-pembicaraan dengan pihak mediator.

"Kami memegang semua kartu, mereka tidak punya sama sekali! Jika mereka ingin bicara, yang harus mereka lakukan hanyalah menelepon!!!" tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.

Kebuntuan di Selat Hormuz

Upaya diplomatik ini terus menemui jalan buntu meskipun Trump sebelumnya telah memperpanjang masa gencatan senjata yang seharusnya berakhir pada 22 April lalu. Kedua belah pihak masih terlibat konfrontasi sengit di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilewati seperlima pasokan minyak dunia.

Ketegangan bermula sejak AS dan Israel melancarkan serangan pada Februari lalu, yang dibalas Iran dengan membatasi jalur pelayaran tersebut. AS pun merespons dengan meningkatkan kehadiran angkatan laut mereka di selat itu untuk memblokir ekspor minyak Teheran.

Ditanya mengenai kemungkinan perang akan kembali pecah pasca-pembatalan kunjungan ini, Trump memberikan jawaban mengambang.

"Tidak, itu tidak berarti demikian (perang dimulai lagi). Kami belum memikirkannya," ujar Trump kepada situs berita Axios.

Saling Tuding Ketidakseriusan

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang baru saja menyelesaikan pembicaraan dengan Pakistan sebagai mediator, menyatakan keraguannya terhadap komitmen Washington.

"Saya telah membagikan posisi Iran mengenai kerangka kerja yang layak untuk mengakhiri perang terhadap Iran secara permanen, namun saya belum melihat apakah AS benar-benar serius mengenai diplomasi," ungkap Araghchi melalui unggahan di platform X.

Pakistan sendiri telah berperan aktif memediasi kedua pihak dalam beberapa pekan terakhir, termasuk pembicaraan antara pejabat senior AS dan Iran pada 11 April yang berakhir tanpa kesepakatan.

Fokus Nuklir dan Konflik Regional

Alasan utama AS memicu konflik ini adalah ambisi nuklir Iran. AS dan Israel mencurigai Teheran tengah berupaya mengembangkan bom atom, meski Teheran selalu membantah dan mengeklaim program nuklirnya bertujuan untuk pembangkit energi.

Sementara itu, ketegangan di wilayah lain tetap memanas. Di tengah proses diplomasi AS-Iran, Israel dilaporkan melancarkan serangan ke Lebanon selatan yang menewaskan sedikitnya empat orang. Militer Israel menyatakan serangan tersebut sebagai balasan atas roket yang ditembakkan oleh kelompok Hizbullah. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pun telah menginstruksikan militer untuk terus "menyerang target Hizbullah di Lebanon dengan kuat." (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya