Utusan AS ke Pakistan Buka Upaya Negosiasi Lagi

Dhika Kusuma Winata
25/4/2026 16:30
Utusan AS ke Pakistan Buka Upaya Negosiasi Lagi
Upaya baru untuk membuka jalur dialog antara Amerika Serikat dan Iran kembali digulirkan.(Dok. AFP)

 

UPAYA baru untuk membuka jalur dialog antara Amerika Serikat dan Iran kembali digulirkan. Dua utusan Washington dijadwalkan tiba di Islamabad, Pakistan, Sabtu (25/4), di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh di kawasan Timur Tengah.

Namun, peluang terjadinya perundingan langsung masih belum jelas. Gedung Putih menyebut utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner akan melakukan pertemuan tatap muka dengan perwakilan Iran

 Meski demikian, media pemerintah Iran justru mengindikasikan skenario dialog langsung belum masuk agenda.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, langkah ini merupakan respons atas sinyal dari Teheran. Pembicaraan tersebut diharapkan dapat membuka jalan menuju kesepakatan.

“Pihak Iran menghubungi, sebagaimana diminta presiden, dan mengajukan pertemuan langsung ini. Kami berharap ini bisa menjadi langkah maju menuju sebuah kesepakatan,” ucap Leavitt.

Meski begitu, ketidakpastian tetap menyelimuti. Televisi pemerintah Iran melaporkan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi tidak memiliki rencana bertemu langsung dengan delegasi AS. Islamabad disebut hanya akan menjadi perantara untuk menyampaikan proposal Iran guna mengakhiri konflik.

Kementerian Luar Negeri Pakistan juga mengonfirmasi kedatangan Araghchi, namun hanya menyebut agenda pembahasan terkait stabilitas kawasan tanpa menyinggung pertemuan dengan pihak AS.

Di sisi lain, dinamika di lapangan menunjukkan situasi belum benar-benar kondusif. Serangan Israel di wilayah selatan Libanon dilaporkan menewaskan enam orang, hanya sehari setelah Presiden Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama tiga pekan.

Trump tetap optimistis peluang perdamaian jangka panjang terbuka, khususnya di Lebanon. Namun, upaya menghentikan konflik yang lebih luas di Timur Tengah dinilai jauh lebih kompleks, terlebih dengan meningkatnya urgensi untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance, yang sebelumnya memimpin putaran awal negosiasi di Islamabad tanpa hasil konkret, tidak dijadwalkan ikut serta kali ini. Namun, ia disebut siaga untuk bergabung jika diperlukan. (AFP/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya