Rupiah Tersungkur ke Rp17.181, Konflik AS-Iran dan Beban Utang Jadi Pemicu

 Gana Buana
22/4/2026 18:08
Rupiah Tersungkur ke Rp17.181, Konflik AS-Iran dan Beban Utang Jadi Pemicu
Rupiah melemah ke Rp17.181 per dolar AS dipicu ketidakpastian konflik AS-Iran.(Dok. Antara)

NILAI tukar rupiah kembali tertekan pada penutupan perdagangan Rabu, melemah 38 poin atau 0,22% ke posisi Rp17.181 per dolar AS. Angka ini turun dari penutupan sebelumnya di level Rp17.143 per dolar AS, menandai tekanan berlanjut di pasar keuangan domestik.

Pelemahan rupiah kali ini tidak berdiri sendiri. Ketidakjelasan arah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor eksternal utama yang memicu sentimen negatif global.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pernyataan Presiden AS Donald Trump soal perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu justru menambah ketidakpastian. Pasalnya, langkah tersebut dinilai sepihak dan belum mendapat respons jelas dari Iran maupun Israel.

Di sisi lain, kebijakan AS yang tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran memperkeruh situasi. Iran bahkan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk agresi, bukan bagian dari upaya damai.

Minimnya respons resmi dari petinggi Iran memperbesar spekulasi pasar. Media lokal Iran menegaskan bahwa negara tersebut tidak meminta perpanjangan gencatan senjata, bahkan membuka kemungkinan perlawanan terhadap blokade AS.

Tekanan eksternal ini semakin berat karena kondisi domestik Indonesia juga tidak sepenuhnya solid. Pemerintah menghadapi tantangan likuiditas besar pada 2026, dengan jatuh tempo utang mencapai Rp833,96 triliun, tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Lonjakan kewajiban tersebut menjadi ujian serius bagi stabilitas fiskal. Sebagian utang, sekitar Rp154,5 triliun, berasal dari skema burden sharing antara pemerintah dan Bank Indonesia saat pandemi COVID-19.

Untuk menjaga stabilitas, pemerintah diperkirakan akan mengandalkan strategi refinancing dalam skala besar. Namun langkah ini tidak lepas dari risiko, terutama di tengah kondisi pasar global yang belum stabil.

Sejalan dengan pergerakan rupiah, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga melemah ke level Rp17.179 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.142 per dolar AS.

Situasi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak hanya bersumber dari faktor eksternal, tetapi juga dipengaruhi oleh tantangan struktural dalam negeri yang semakin kompleks. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya