Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NEGOSIASI damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung maraton selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. Kegagalan tersebut terjadi di tengah perhatian publik yang juga tertuju pada aktivitas Presiden AS, Donald Trump, yang menghadiri ajang UFC di Miami saat perundingan mencapai fase penentuan.
Wakil Presiden AS, JD Vance, yang memimpin langsung delegasi di Pakistan, menepis anggapan bahwa ketidakhadiran Trump mencerminkan kurangnya komitmen. Ia memastikan komunikasi dengan Presiden tetap berjalan intensif selama proses negosiasi.
"Saya tidak tahu berapa kali kami berbicara dengannya, mungkin setengah lusin kali, atau selusin kali selama 21 jam terakhir," ujar Vance dikutip dari BBC.
Ia menambahkan bahwa delegasi AS "terus-menerus berkomunikasi dengan tim karena kami bernegosiasi dengan itikad baik."
Dalam pernyataannya, Vance menegaskan bahwa Amerika Serikat telah menyampaikan posisi akhirnya kepada Iran. Ia menekankan bahwa mencegah Iran memiliki senjata nuklir, baik saat ini maupun di masa depan, tetap menjadi "tujuan inti" Presiden Trump.
"Kami tidak bisa mencapai situasi di mana pihak Iran mau menerima persyaratan kami. Kami meninggalkan tempat ini dengan proposal yang sangat sederhana, sebuah pemahaman bahwa ini adalah tawaran terakhir dan terbaik kami. Kita akan lihat apakah mereka menerimanya," kata Vance.
Vance juga menyampaikan apresiasi terhadap Pakistan sebagai tuan rumah perundingan yang "luar biasa." Namun, kegagalan ini menyisakan pertanyaan mengenai efektivitas pendekatan diplomasi yang dijalankan Washington. (Z-10)
Tak cuma Iran, negara-negara sekutu seperti Prancis, Inggris, Spanyol, Jerman, Korsel, Jepang, Kanada, dll pun mulai berani berkata 'tidak' kepada mereka.
Iran ajukan proposal realistis dalam negosiasi dengan AS, namun hasilnya nihil. AS diminta tanggapi dengan pendekatan yang lebih rasional untuk perdamaian.
Negosiasi AS-Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan, meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. AS menuntut komitmen nuklir Iran, namun hasilnya nihil.
Iran menegaskan bahwa kesepakatan dengan AS tak bisa tercapai instan, meskipun ada kemajuan. Ketegangan dan perbedaan krusial masih membayangi negosiasi.
Iran menegaskan belum ada negosiasi langsung dengan AS dan menyebut kontak baru sebatas mediator, memukul klaim Washington soal diplomasi.
Rupiah melemah ke Rp17.181 per dolar AS dipicu ketidakpastian konflik AS-Iran dan tekanan utang Indonesia 2026. Simak analisis lengkapnya.
Dunia berharap, sangat berharap perang di Iran akibat agresi AS-Israel benar-benar berakhir. Dampak perang sudah terlalu berat untuk dirasakan. Realistiskah harapan itu?
Dia yang memulai perang, tapi belum tentu bisa mengakhirinya. Jika begitu, apa yang seharusnya dilakukan Trump?
Seberapa kuat Iran dapat bertahan, atau bahkan sebaliknya malah bisa mengubah permainan?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved