Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) menghadapi hambatan besar setelah pertemuan pertama pasca-konflik. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa kesepakatan instan dalam satu pertemuan tidak realistis.
“Tidak ada pihak yang mengharapkan kesepakatan dicapai dalam satu kali pertemuan,” kata Baghaei. Meskipun ada pemahaman dalam beberapa isu, masih terdapat perbedaan tajam mengenai dua hingga tiga masalah krusial yang belum tercapai titik temu.
Baghaei juga menekankan ketegangan yang mengiringi perundingan ini, yang dilakukan setelah 40 hari perang dan dalam suasana ketidakpercayaan yang mendalam antara kedua negara. "Hal ini wajar mengingat latar belakang hubungan yang penuh ketegangan," ujarnya, mengutip Al Jazeera.
Menurut Baghaei, kelanjutan negosiasi sangat bergantung pada keseriusan pihak lawan dan pengakuan terhadap hak-hak serta kepentingan sah Iran.
Sumber internal yang dikutip oleh kantor berita Iran, Tasnim, menyatakan bahwa Teheran tidak dalam posisi terburu-buru untuk melanjutkan pembicaraan lebih lanjut. Sumber tersebut menambahkan bahwa Iran kini telah memperjelas posisi tawarnya di hadapan AS.
"Iran telah mengajukan inisiatif dan proposal yang masuk akal. Sekarang bola ada di tangan AS untuk menanggapi masalah ini secara realistis," ungkap sumber tersebut.
Sumber yang sama juga menyatakan bahwa AS telah membuat perhitungan yang salah selama perang, dan memperingatkan akan adanya potensi ketegangan lebih lanjut di jalur perdagangan strategis.
"Selat Hormuz tidak akan mengalami perubahan hingga AS menyetujui kesepakatan yang masuk akal. Iran tidak terburu-buru," tegasnya. (Z-10)
Tak cuma Iran, negara-negara sekutu seperti Prancis, Inggris, Spanyol, Jerman, Korsel, Jepang, Kanada, dll pun mulai berani berkata 'tidak' kepada mereka.
Iran ajukan proposal realistis dalam negosiasi dengan AS, namun hasilnya nihil. AS diminta tanggapi dengan pendekatan yang lebih rasional untuk perdamaian.
Perundingan damai AS-Iran di Islamabad gagal setelah 21 jam. Sementara itu, Trump hadir di UFC Miami. Vance klaim komunikasi intensif dengan Presiden tetap berjalan.
Negosiasi AS-Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan, meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. AS menuntut komitmen nuklir Iran, namun hasilnya nihil.
Iran menegaskan belum ada negosiasi langsung dengan AS dan menyebut kontak baru sebatas mediator, memukul klaim Washington soal diplomasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved