Iran: Kesepakatan dengan AS Butuh Waktu, bukan Instan!

Khoerun Nadif Rahmat
12/4/2026 11:41
Iran: Kesepakatan dengan AS Butuh Waktu, bukan Instan!
Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.(Dok. CNN)

UPAYA diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) menghadapi hambatan besar setelah pertemuan pertama pasca-konflik. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa kesepakatan instan dalam satu pertemuan tidak realistis.

“Tidak ada pihak yang mengharapkan kesepakatan dicapai dalam satu kali pertemuan,” kata Baghaei. Meskipun ada pemahaman dalam beberapa isu, masih terdapat perbedaan tajam mengenai dua hingga tiga masalah krusial yang belum tercapai titik temu.

Baghaei juga menekankan ketegangan yang mengiringi perundingan ini, yang dilakukan setelah 40 hari perang dan dalam suasana ketidakpercayaan yang mendalam antara kedua negara. "Hal ini wajar mengingat latar belakang hubungan yang penuh ketegangan," ujarnya, mengutip Al Jazeera.

Menurut Baghaei, kelanjutan negosiasi sangat bergantung pada keseriusan pihak lawan dan pengakuan terhadap hak-hak serta kepentingan sah Iran.

Sumber internal yang dikutip oleh kantor berita Iran, Tasnim, menyatakan bahwa Teheran tidak dalam posisi terburu-buru untuk melanjutkan pembicaraan lebih lanjut. Sumber tersebut menambahkan bahwa Iran kini telah memperjelas posisi tawarnya di hadapan AS.

"Iran telah mengajukan inisiatif dan proposal yang masuk akal. Sekarang bola ada di tangan AS untuk menanggapi masalah ini secara realistis," ungkap sumber tersebut.

Sumber yang sama juga menyatakan bahwa AS telah membuat perhitungan yang salah selama perang, dan memperingatkan akan adanya potensi ketegangan lebih lanjut di jalur perdagangan strategis.

"Selat Hormuz tidak akan mengalami perubahan hingga AS menyetujui kesepakatan yang masuk akal. Iran tidak terburu-buru," tegasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya