IRGC Ancam Serang Kapal Militer AS Jika Dekati Selat Hormuz

Dhika Kusuma Winata
13/4/2026 15:45
IRGC Ancam Serang Kapal Militer AS Jika Dekati Selat Hormuz
ilustrasi(Anadolu)

KETEGANGAN di Selat Hormuz kian memanas setelah gagalnya kesepakatan damai. Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan kehadiran kapal militer asing di kawasan tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan berpotensi memicu respons keras.

Pernyataan itu disampaikan berkaitan juga dengan blokade AS di perairan Iran. IRGC, melalui pernyataaan resmi pada Minggu (12/4) waktu setempat, menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran sipil dan berada di bawah kendali penuh Iran.

“Selat Hormuz berada dalam pengelolaan dan kendali cerdas kami serta tetap terbuka bagi pelayaran sipil yang aman sesuai aturan,” demikian pernyataan IRGC dikutip kantor berita Tasnim.

Peringatan keras dilontarkan kepada kapal militer yang mencoba mendekati kawasan tersebut. IRGC menegaskan tidak akan mentoleransi kehadiran militer asing dengan dalih apa pun.

“Setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz dengan alasan apa pun akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan ditindak tegas,” tegasnya.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut Washington telah mengerahkan armada besar menuju kawasan tersebut sebagai bagian dari langkah strategis menekan Iran.

IRGC juga mengklaim telah mengusir kapal perusak AS dari bagian timur Selat Hormuz dengan merilis rekaman video yang menunjukkan kapal tersebut mundur setelah mendapat peringatan dari pasukan angkatan laut Iran.

Menurut IRGC, seluruh aktivitas di selat yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia itu berada dalam pengawasan ketat mereka. Setiap kesalahan langkah dari pihak lawan disebut akan berujung fatal.

“Setiap salah perhitungan dari musuh di Selat Hormuz akan menempatkan mereka dalam zona bahaya mematikan,” demikian peringatan IRGC.

(P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya