Presiden Iran Pezeshkian Kutuk Penghinaan Trump terhadap Paus Leo XIV

Media Indonesia
14/4/2026 08:44
Presiden Iran Pezeshkian Kutuk Penghinaan Trump terhadap Paus Leo XIV
Paus Leo XIV.(Al Jazeera)

PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras tindakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang melontarkan penghinaan terhadap Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV. Ketegangan diplomatik ini mencuat setelah Trump mengkritik sikap vokal Paus terkait konflik global.

Melalui unggahan di media sosial X pada Senin (13/4), Pezeshkian menegaskan bahwa penodaan terhadap figur suci dan pesan perdamaian tidak dapat diterima. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang dibawa oleh, "Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan."

Kritik Tajam Kementerian Luar Negeri Iran

Senada dengan Presiden, Kementerian Luar Negeri Iran melalui juru bicaranya, Esmail Baghaei, turut melayangkan kritik tajam. Baghaei menilai pernyataan Trump sebagai serangan terhadap upaya advokasi perdamaian dunia.

"Di era ketika gemuruh bom dan hiruk pikuk para panglima perang membebani hati nurani dunia, kata-kata Paus Leo XIV menggemakan seruan mendalam Injil, 'Berbahagialah orang-orang yang menciptakan perdamaian'," tulis Baghaei di platform X.

Ia menambahkan bahwa menghina Paus merupakan serangan terang-terangan terhadap keadilan dan kemanusiaan, terutama di tengah situasi global yang sedang memanas.

Pemicu Perselisihan: Kritik Trump terhadap Vatikan

Perselisihan ini bermula ketika Donald Trump melancarkan cacian terhadap Paus Leo XIV, menyebutnya sebagai sosok yang lemah dalam menangani kejahatan dan buruk dalam kebijakan luar negeri. Trump juga menuding kepemimpinan Paus di Gereja Katolik bermotivasi politik, terutama terkait sikap Vatikan terhadap perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.

Menanggapi serangan verbal tersebut, Paus Leo XIV menyatakan tidak gentar terhadap pemerintahan Trump. Paus menegaskan bahwa seruannya untuk mengakhiri konflik berakar pada ajaran Injil, bukan kepentingan politik praktis.

Profil Paus Leo XIV: Lahir dengan nama Robert Francis Prevost di Chicago pada 14 September 1955, ia terpilih menjadi Paus pada 8 Mei 2025. Ia merupakan Paus pertama dalam sejarah yang berasal dari Amerika Serikat dan dikenal sebagai sosok moderat yang fokus pada keadilan sosial serta lingkungan.

Vokal Suarakan Perdamaian

Paus Leo XIV belakangan ini semakin vokal mengecam aksi pamer kekuatan yang memicu eskalasi perang di Timur Tengah. Sebagai misionaris Ordo St. Agustinus yang lama bertugas di Peru, ia membawa perspektif keadilan sosial yang kuat ke dalam kepemimpinannya di Vatikan.

Meskipun menjadi sasaran kritik tajam dari pemimpin negaranya sendiri, Paus asal AS tersebut menyatakan tidak berniat melakukan debat langsung dengan Trump dan memilih untuk tetap konsisten menyuarakan penghentian kekerasan demi kemanusiaan. (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya