Gencatan Senjata Iran-AS Berakhir Hari Ini, Pakistan Dorong Perpanjangan hingga Dua Pekan

Media Indonesia
22/4/2026 02:34
Gencatan Senjata Iran-AS Berakhir Hari Ini, Pakistan Dorong Perpanjangan hingga Dua Pekan
Ilustrasi(Dok Freepik)

MENTERI Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran mempertimbangkan perpanjangan masa gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4). Hal itu setelah sebelumnya gencatan senjata tersebut berlangsung selama 14 hari.

Permintaan tersebut disampaikan Dar saat bertemu dengan Kuasa Usaha AS di Islamabad, Natalie Baker. Mengutip pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa (21/4), Dar kembali menegaskan sikap konsisten Pakistan yang mengedepankan dialog dan diplomasi sebagai satu-satunya solusi dalam menghadapi berbagai tantangan, sekaligus mewujudkan perdamaian serta stabilitas di kawasan.

Ia juga menyoroti pentingnya kelanjutan pembicaraan antara Washington dan Teheran, sembari secara khusus mengimbau agar masa gencatan senjata diperpanjang.

Di sisi lain, Baker menyampaikan bahwa pemerintah AS menghargai peran Pakistan yang dinilai konstruktif dan positif dalam mendorong perdamaian regional serta memfasilitasi proses dialog antara pihak-pihak terkait.

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Sebagai balasan, Iran menargetkan wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di kawasan tersebut.

Dalam perkembangan diplomatik, Pakistan sempat menjadi tuan rumah perundingan antara AS dan Iran pada 11–12 April. Pertemuan itu digelar setelah Islamabad berhasil memediasi gencatan senjata selama dua pekan yang dimulai pada 8 April dan akan berakhir pada Rabu malam waktu Washington.

Meski demikian, upaya untuk melanjutkan putaran negosiasi berikutnya masih terus berjalan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa kemungkinan memperpanjang gencatan senjata sangat kecil. Ia juga menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap diblokade oleh Washington hingga tercapai kesepakatan.(Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya