Trump Ancam Ambil Paksa Uranium Iran jika Kesepakatan Nuklir Gagal

Putri Rosmalia Octaviyani
18/4/2026 17:09
Trump Ancam Ambil Paksa Uranium Iran jika Kesepakatan Nuklir Gagal
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump.(Dok. AFP/Yeon-je)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan keras terhadap Teheran. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat siap mengambil stok uranium Iran yang diperkaya milik Iran secara paksa apabila kesepakatan diplomatik negosiasi Iran-AS gagal dicapai dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada awak media pada Jumat (17/4/2026) dalam perjalanan menuju Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland. Trump menekankan bahwa AS tidak akan membiarkan Teheran mempertahankan material nuklir Iran jika negosiasi menemui jalan buntu.

“Kami akan masuk ke Iran, dan kami akan mengambilnya bersama-sama, lalu membawanya kembali ke AS,” ujar Trump dengan tegas. “Jika kami tidak melakukannya, kami akan mendapatkannya dalam bentuk lain, bentuk yang jauh lebih tidak bersahabat.”

Potensi Serangan Udara dan Blokade

Ketegangan ini memuncak menjelang berakhirnya masa gencatan senjata dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan pada Rabu mendatang. Saat ditanya mengenai kemungkinan perpanjangan gencatan senjata, Trump memberikan sinyalemen akan dimulainya kembali operasi militer.

“Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya (gencatan senjata), tetapi blokade akan tetap ada. Jika tidak diperpanjang, maka sayangnya, kami harus mulai menjatuhkan bom lagi,” ucapnya.

Meskipun ancaman militer meningkat, Trump menepis klaim Iran yang menyebutkan masih adanya perbedaan besar dalam draf kesepakatan. Menurutnya, pernyataan Iran tersebut hanyalah retorika politik untuk konsumsi domestik mereka sendiri.

Selain isu nuklir Iran, Trump juga menegaskan posisinya terkait jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz. Ia menyatakan secara eksplisit bahwa tidak akan ada pungutan apa pun di jalur tersebut. "Pembatasannya adalah Anda tidak boleh memberlakukan pungutan. Tidak akan ada pungutan," tegasnya.

Diplomasi di Ujung Tanduk

Situasi di Timur Tengah kini berada dalam fase kritis. Dunia internasional tengah menantikan apakah mediasi yang dipimpin Pakistan mampu menghasilkan titik temu sebelum tenggat waktu Rabu depan. Jika gagal, ancaman Trump untuk mengambil paksa stok uranium dan melanjutkan serangan udara dikhawatirkan akan memicu eskalasi konflik terbuka yang lebih luas.

Hingga saat ini, pihak Teheran belum memberikan tanggapan resmi terbaru terkait ancaman spesifik mengenai pengambilan paksa material nuklir mereka oleh pasukan Amerika Serikat. (Ant/Anadolu/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya