Trump Klaim Iran Setuju Akhiri Program Nuklir tanpa Batas Waktu

Putri Rosmalia Octaviyani
18/4/2026 17:02
Trump Klaim Iran Setuju Akhiri Program Nuklir tanpa Batas Waktu
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump.(Dok. AFP/Loeb)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim bahwa pihak Teheran telah setuju untuk menangguhkan program nuklir Iran tanpa batas waktu. Dalam pernyataan terbarunya, Trump juga menegaskan bahwa Washington tidak akan mencairkan aset-aset Iran yang saat ini masih dibekukan.

Berbicara kepada Bloomberg News pada Jumat (17/4/2026), Trump mengungkapkan bahwa pembicaraan langsung dengan Teheran mengenai penghentian konflik secara permanen kemungkinan besar akan berlangsung akhir pekan ini. Meski demikian, ia belum merinci siapa yang akan memimpin delegasi Amerika Serikat dalam pertemuan krusial tersebut.

Trump juga mengisyaratkan kemungkinan dirinya akan terbang ke Pakistan untuk menandatangani kesepakatan jika proses negosiasi rampung. "Sebagian besar poin utamanya telah disepakati, dan prosesnya akan berjalan cepat," ujar Trump dalam wawancara telepon singkat tersebut.

Negosiasi Alot di Bawah Penengah Pakistan

Langkah diplomasi negosiasi Iran-AS ini menyusul putaran pertama negosiasi pada akhir pekan lalu yang berakhir tanpa kesepakatan meski telah melalui pembahasan panjang. Saat ini, gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi oleh Pakistan dijadwalkan akan berakhir pada awal pekan depan.

Ketika dikonfirmasi mengenai durasi moratorium nuklir tersebut, Trump menegaskan bahwa penghentian program nuklir Iran tidak akan dibatasi oleh jangka waktu tertentu, termasuk spekulasi mengenai durasi 20 tahun. "Penghentiannya tidak akan memiliki jangka waktu tertentu," tegasnya.

Bantahan Pencairan Dana 20 Miliar Dolar

Pernyataan Trump ini muncul hanya beberapa jam setelah laporan Axios menyebutkan bahwa Gedung Putih tengah mempertimbangkan pencairan dana Iran sebesar 20 miliar dolar AS (setara ratusan triliun dalam Mata Uang Rupiah). Dana tersebut dikabarkan akan menjadi imbal balik atas penyerahan cadangan uranium dari Teheran.

Namun, Trump secara tegas membantah kabar tersebut. Ia menyatakan bahwa opsi pencairan dana untuk Iran tidak masuk dalam pertimbangan saat ini.

Selain isu nuklir Iran, Trump juga menyinggung mengenai gencatan senjata Lebanon-Israel yang tercapai melalui perannya. Ia berkomitmen untuk mengembangkan kesepakatan tersebut menjadi perdamaian yang berkelanjutan.

"Kita tidak akan terus mengebom Lebanon dan kita tidak akan membiarkan pihak lain melakukannya. Kita akan memperbaiki Lebanon," kata Presiden AS tersebut.

Mekanisme Pembersihan Uranium Iran

Dalam wawancara terpisah dengan CBS News, Trump memastikan bahwa pihak Iran telah "menyetujui segalanya" dan bersedia bekerja sama dengan AS untuk menyingkirkan uranium Iran yang telah diperkaya.

Ia menjelaskan bahwa personel militer AS tidak akan dikerahkan secara terbuka dalam operasi tersebut, melainkan akan dilakukan oleh tim khusus yang ia sebut sebagai "orang-orang kita".

"Orang-orang kita, bersama pihak Iran, akan bekerja bersama untuk mengambilnya (uranium), dan kita kemudian akan membawanya pulang ke AS. Kita tidak perlu berseteru ketika kesepakatan sudah ada. Begitu lebih baik," pungkas Trump. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya