Diplomasi Diragukan, Iran Siap Gunakan Semua Kekuatan Hadapi AS

Ferdian Ananda Majni
20/4/2026 12:29
Diplomasi Diragukan, Iran Siap Gunakan Semua Kekuatan Hadapi AS
Ilustrasi Selat Hormuz.(Antara/Anadolu)

IRAN menegaskan kesiapannya untuk mengerahkan seluruh kemampuan demi menjaga kepentingan dan keamanan nasional di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS).

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, pada Minggu (19/4). 

Dalam pembicaraan itu, Araghchi menyoroti meningkatnya ancaman dari Washington terhadap pelabuhan, wilayah pesisir, dan kapal-kapal Iran.

Menurut laporan yang disiarkan oleh Press TV, Araghchi menilai sikap Amerika Serikat menunjukkan inkonsistensi, termasuk tuntutan yang disebutnya saling bertentangan dan tidak rasional. Ia juga menuding Washington tidak serius dalam menjalankan jalur diplomasi.

Araghchi lebih lanjut menuduh Amerika Serikat berulang kali melanggar kesepakatan yang telah dicapai sepanjang tahun lalu. 

Ia merujuk pada dugaan aksi militer AS terhadap Iran selama periode negosiasi pada Maret dan Juni 2025, serta pelanggaran terhadap gencatan senjata terbaru yang dimediasi oleh Pakistan.

"Ini adalah tanda-tanda jelas dari niat buruk dan kurangnya keseriusan dalam diplomasi," kata Araghchi dilansir Anadolu, Senin (20/4).

Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam dalam menghadapi tekanan tersebut. 

"Iran akan menggunakan semua kemampuannya untuk melindungi kepentingan dan keamanan nasional negara," tambahnya.

Di sisi lain, seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan melakukan kunjungan ke Pakistan. 

Kunjungan ini bertujuan untuk melanjutkan putaran baru perundingan dengan Iran.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan kepada Fox News bahwa pertemuan tersebut akan berlangsung di Islamabad pada hari Selasa dan kemungkinan berlanjut hingga Rabu.

Situasi di kawasan juga semakin tegang sejak konflik antara AS-Israel dan Iran pecah pada 28 Februari. Dampaknya terasa signifikan terhadap jalur pelayaran internasional, terutama di Selat Hormuz yang mengalami gangguan serius.

Ketegangan meningkat setelah Washington memberlakukan blokade angkatan laut terhadap Iran pada 13 April, memperburuk kondisi keamanan di wilayah tersebut. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya