Gencatan Senjata AS-Iran Diuji, Teheran Ancam Serangan Balasan ke Israel

Ferdian Ananda Majni
09/4/2026 11:23
Gencatan Senjata AS-Iran Diuji, Teheran Ancam Serangan Balasan ke Israel
Kondisi Libanon usai serangan brutal Israel.(Al Jazeera)

IRAN menyatakan akan memberikan hukuman kepada Israel atas serangan yang dilancarkan ke Libanon, terutama di tengah berlangsungnya gencatan senjata antara Teheran dan Amerika Serikat.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata tersebut mencakup seluruh kawasan, termasuk Libanon, yang selama konflik kerap menjadi sasaran serangan Israel. 

Klaim itu juga disebut mendapat konfirmasi dari Pakistan sebagai mediator dalam kesepakatan antara AS dan Iran.

Seorang pejabat senior Iran, dalam pernyataannya kepada Al Jazeera, Kamis (9/4), menegaskan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam. 

"Kami akan menghukum Israel sebagai respons atas kejahatan yang dilakukannya di Libanon serta pelanggaran terhadap ketentuan gencatan senjata," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa cakupan gencatan senjata tidak terbatas pada satu wilayah. 

"Gencatan senjata mencakup seluruh kawasan dan Israel dikenal sering melanggar janji serta hanya bisa ditahan dengan kekuatan senjata," lanjut pejabat tersebut.

Sementara itu, kantor berita Fars News Agency melaporkan, mengutip sumber militer yang tidak disebutkan namanya, bahwa Iran tengah mempersiapkan langkah balasan atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.

Peringatan keras juga disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Pasukan elite tersebut menyatakan akan mengambil tindakan tegas jika serangan ke Libanon terus berlanjut. 

"Kami memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat yang melanggar janji dan sekutu Zionisnya dalam pembantaian," demikian pernyataan IRGC melalui media FARS.

IRGC menegaskan konsekuensi serius jika agresi tidak dihentikan. 

"Jika agresi terhadap Libanon yang kami cintai tidak segera dihentikan, kami akan menjalankan tugas kami dan memberikan respons yang membuat para agresor jahat di kawasan ini menyesal," lanjut pernyataan tersebut.

Di sisi lain, kelompok milisi Hizbullah yang menguasai wilayah selatan Libanon dilaporkan mulai melancarkan serangan balasan ke Israel sebagai respons atas eskalasi yang terjadi.

Namun, Israel tetap bersikukuh bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tidak mencakup wilayah Libanon, sehingga operasi militernya di kawasan tersebut dianggap berada di luar kerangka perjanjian. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya