Mengapa Dialog Iran-AS di Islamabad Gagal? Ini Dua Penyebab Utamanya

Wisnu Arto Subari
14/4/2026 18:26
Mengapa Dialog Iran-AS di Islamabad Gagal? Ini Dua Penyebab Utamanya
Mohammad Marandi.(CGTN America)

Profesor Mohammad Marandi, anggota delegasi Iran dalam pertemuan di Islamabad, Pakistan, memberikan kesaksian langsung mengenai kegagalan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Dalam wawancara mendalam kepada CGTN America, Selasa (14/4), Marandi menyoroti eskalasi di Selat Hormuz dan pengaruh besar lobi pro-Israel yang dianggapnya sebagai penghambat utama perdamaian.

Blokade Selat Hormuz dan Ancaman Krisis Global

Menanggapi blokade laut yang diterapkan Amerika Serikat untuk menghentikan kapal-kapal Iran di Teluk Persia, Marandi memperingatkan dampak sistemik terhadap ekonomi dunia. Menurutnya, tindakan AS ini hanya akan memperparah krisis ekonomi global.

"Amerika Serikat akan mengintensifkan krisis ekonomi global. Harga energi akan melonjak. Kelangkaan energi, LNG, minyak, pupuk, hingga petrokimia akan meningkat tajam," ujar Marandi.

Ia menegaskan bahwa Iran memiliki ketahanan yang lebih kuat dibandingkan negara-negara tetangganya di Teluk karena tingkat swasembada pangan yang tinggi. Marandi juga memperingatkan bahwa jika perang meningkat, instalasi minyak dan gas milik negara-negara yang dianggap sebagai proksi AS di kawasan tersebut berisiko hancur secara permanen.

Kegagalan Diplomasi di Islamabad

Terkait pembicaraan di Islamabad yang tidak membuahkan hasil, Marandi mengungkapkan adanya ketidaksiapan dan kurangnya otoritas dari delegasi Amerika Serikat. Ia menyebut bahwa Wakil Presiden AS (Vance) tampak terus-menerus berkoordinasi dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, selama proses berlangsung.

"Delegasi Iran memiliki otoritas penuh tanpa perlu terus-menerus berkomunikasi dengan Teheran. Sebaliknya, pihak Amerika tampak tidak memiliki otoritas mandiri. Jelas bahwa rezim Israel tidak ingin kesepakatan ini terjadi," ungkapnya.

Marandi juga membeberkan dua insiden provokatif yang terjadi saat negosiasi berlangsung:

  • Upaya dua kapal militer AS memasuki Teluk Persia yang kemudian dihadang oleh angkatan laut Iran.
  • Munculnya opini di media Barat (Washington Post) yang secara terbuka menyerukan pembunuhan terhadap negosiator Iran.

Pelanggaran Gencatan Senjata

Iran memandang blokade laut oleh AS sebagai pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata yang baru saja dideklarasikan. Marandi menuding kepemimpinan AS lebih memprioritaskan kepentingan zionis daripada kepentingan rakyat Amerika sendiri atau stabilitas global.

Mengenai keterlibatan Inggris dan Prancis yang berencana membentuk koalisi militer untuk membuka kembali jalur pelayaran, Marandi menanggapinya dengan skeptis. Ia menilai kekuatan militer Barat saat ini sudah terkuras oleh konflik di Ukraina dan tidak akan mampu mengontrol Selat Hormuz melawan kekuatan Iran.

Masa Depan Konflik: Perang Eksistensial

Saat ditanya mengenai kemungkinan eskalasi pengeboman oleh AS dan Israel dalam beberapa hari ke depan, Marandi menyatakan bahwa Iran telah bersiap siang dan malam. Bagi Teheran, situasi ini bukan sekadar konflik regional, melainkan sebuah "perang eksistensial".

"Iran yakin bahwa pada akhirnya mereka akan memaksa Amerika Serikat menghadapi kekalahan strategis," pungkasnya. (I-2)

Poin Utama Dampak/Status
Blokade Selat Hormuz Pelanggaran gencatan senjata & ancaman harga energi dunia.
Negosiasi Islamabad Gagal karena intervensi kepentingan Israel terhadap delegasi AS.
Posisi Iran Siaga penuh menghadapi potensi serangan udara susulan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya