TGB Zainul Majdi: Dukung Iran Lawan Zionis Suara Kemanusiaan dan Agama

Wisnu Arto Subari
17/4/2026 21:15
TGB Zainul Majdi: Dukung Iran Lawan Zionis Suara Kemanusiaan dan Agama
(Instagram)

TOKOH ulama nasional Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menyampaikan pernyataan tegas terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. TGB menekankan bahwa keberpihakan kepada Iran dalam menghadapi agresi Zionis bukan sekadar masalah politik regional, melainkan manifestasi dari suara kemanusiaan, akal sehat, hukum internasional, dan tuntunan agama.

Empat Pilar Dukungan TGB untuk Perlawanan terhadap Zionis

Dalam pandangannya, TGB menguraikan empat alasan fundamental bahwa dunia, khususnya umat Islam dan bangsa Indonesia, harus berdiri tegak melawan tindakan agresor.

1. Suara Kemanusiaan

TGB menyoroti tragedi kemanusiaan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia mencatat bahwa dalam dua tahun terakhir saja, lebih dari 70 ribu jiwa, termasuk anak-anak, bayi, dan perempuan, telah menjadi korban di Jalur Gaza, Palestina. "Nilai kemanusiaan mengajarkan kita untuk membela mereka yang ditindas. Tidak mungkin kita membela agresor yang tangannya telah berlumuran darah," tegasnya dalam akunnya di Instagram, Rabu (15/4).

2. Suara Akal Sehat

Secara logika, TGB mengajak masyarakat untuk jernih melihat perbedaan antara pihak yang menzalimi dan yang dizalimi. Akal sehat tidak boleh menyamakan antara pihak yang melakukan agresi dengan pihak yang menjadi korban agresi. Keberpihakan harus diletakkan pada kebenaran objektif di lapangan.

3. Suara Hukum Internasional

Dari perspektif kedaulatan, TGB mengingatkan bahwa agresi terhadap negara berdaulat merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Ia memberikan peringatan keras bahwa pembiaran terhadap agresi ini bisa menjadi preseden buruk bagi negara lain, termasuk Indonesia.

Peringatan TGB: "Jika ini dibiarkan, bisa saja apa yang menimpa Iran hari ini menimpa kita. Suatu negara yang merasa militernya kuat bisa saja menyerbu negara lain hanya karena perbedaan sikap politik. Kita harus berani mengatakan tidak pada serangan dengan dalih subjektif."

4. Suara Tuntunan Agama

Sebagai seorang ulama, TGB menyitir ayat suci Al-Quran untuk memperkuat argumennya. Ia mengutip Surat Al-Hajj ayat 39:

اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقَاتَلُوْنَ بِاَنَّهُمْ ظُلِمُوْاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى نَصْرِهِمْ لَقَدِيْرٌۙ

"Udzina lilladziina yuqaataluuna bi annahum zhulimuu. Wa innallaaha 'alaa nasrihim laqadiir."

Artinya: "Diizinkan bagi orang-orang yang diperangi untuk membela diri karena mereka dizalimi. Dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk memenangkan mereka."

Menurut TGB, agama secara eksplisit mengajarkan umatnya untuk melawan segala bentuk kezaliman. Dalam konteks ini, Iran dipandang sebagai pihak yang dizalimi dan berhak melakukan pembelaan diri.

Baca juga: TGB Zainul Majdi Ajak Perkuat Ukhuwah Islamiyah Suni-Syiah

Melampaui Sekat Mazhab

Menutup pernyataannya, TGB memberikan klarifikasi penting mengenai sentimen mazhab yang sering muncul dalam isu ini. Ia menegaskan bahwa membela Iran dalam konflik melawan Zionis tidak ada kaitannya dengan urusan menjadi Syiah atau membela Syiah.

"Membela Iran tidak akan membuat Anda menjadi Syiah. Namun, membela Zionis justru akan membuat Anda kehilangan martabat kemanusiaan," pungkasnya. Pernyataan ini menjadi seruan bagi seluruh elemen bangsa untuk melihat konflik Timur Tengah dari kacamata keadilan universal dan hukum internasional yang berlaku.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya