Rhoma Irama Puji Iran dan Serukan Persatuan Suni, Syiah, Wahabi

Wisnu Arto Subari
11/4/2026 18:31
Rhoma Irama Puji Iran dan Serukan Persatuan Suni, Syiah, Wahabi
(Rhoma Irama Official)

DALAM diskusi mendalam di podcast Bisikan Rhoma di Youtube, Jumat (10/4), tokoh musik legendaris sekaligus figur publik Rhoma Irama menyampaikan pesan kuat mengenai urgensi persatuan umat Islam, termasuk Suni, Syiah, dan Wahabi, dan bangsa Indonesia dalam menyikapi konflik berkepanjangan di Palestina. Ia menegaskan bahwa membela Palestina bukan sekadar isu agama, melainkan amanat konstitusi Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Rhoma Irama menyoroti bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Menurutnya, komitmen Indonesia dalam membela Palestina tetap teguh dan tidak berubah sejak dulu hingga sekarang.

Melampaui Sekat Mazhab

Salah satu poin krusial yang disampaikan yaitu ajakan untuk menghentikan perdebatan mengenai perbedaan mazhab di tengah agresi yang dilakukan Zionis Israel. Rhoma menekankan bahwa saat ini bukan momentum untuk memilah-milah antara Suni, Syiah, atau Wahabi.

"Zionis Israel adalah musuh bersama. Bukan hanya musuh umat Islam saja, tetapi boleh dikatakan musuh dunia internasional. Oleh karena itu, mari kita jaga persatuan Indonesia dan rekat ukhuwah Islamiyah," tegas Rhoma Irama.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap keberanian Iran yang dianggapnya sebagai salah satu benteng yang secara terbuka melawan agresi tersebut, meskipun harus berhadapan dengan kekuatan besar yang didukung oleh Amerika Serikat.

Analisis Perang Iran-Israel dan Keterlibatan AS

Diskusi tersebut juga membedah dinamika militer di Timur Tengah, khususnya mengenai efektivitas persenjataan Iran yang mampu menembus sistem pertahanan Israel. Menurut Guru Besar Bidang Sejarah dan Geopolitik Timur Tengah UI Yon Machmudi dalam podcast itu, penggunaan teknologi rudal balistik dan hipersonik, serta penggunaan sistem navigasi alternatif seperti Baidu milik Tiongkok, disebut sebagai faktor yang mengubah peta kekuatan di kawasan tersebut.

Beberapa poin penting yang dibahas mengenai kondisi terkini meliputi:

  • Miskalkulasi Militer: Prediksi awal bahwa konflik akan selesai dalam waktu singkat ternyata meleset, menyebabkan perang berkepanjangan yang berdampak pada stabilitas ekonomi global.
  • Tekanan Internal AS: Munculnya gelombang demonstrasi besar di Amerika Serikat yang menentang kebijakan luar negeri pemerintahnya sendiri terkait dukungan tanpa syarat kepada Israel.
  • Kemandirian Teknologi: Kemampuan Iran mengembangkan alutsista secara mandiri tanpa bergantung pada teknologi Barat menjadi kunci ketahanan mereka.

Baca juga: Rhoma Irama Rilis Lagu Baru Berjudul Senyum, Penggemar Gembira

Harapan Masa Depan: Kesadaran Kolektif

Sebagai penutup, ditekankan bahwa kunci penyelesaian masalah di dunia Islam terletak pada kekuatan internal. Umat Islam diharapkan tidak terburu-buru melibatkan aktor asing yang sering kali memiliki agenda tersembunyi atau kepentingan ekonomi atas sumber daya alam di wilayah konflik.

Persatuan yang kokoh dan kesadaran akan kedaulatan bangsa menjadi modal utama untuk terbebas dari segala bentuk kolonialisme dan imperialisme modern. Semangat pembebasan Al-Aqsa diharapkan dapat menyatukan kembali negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk bergerak secara mandiri dan berdaulat. 

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Penyakit Wahan

Pada kanal Bisikan Rhoma yang terbit 27 Juni 2025, ia juga memberikan kritik tajam terhadap kondisi umat Islam saat ini yang cenderung diam atau terpecah belah dalam membela Palestina. Ia mengaitkan fenomena ini dengan nubuwah Rasulullah SAW mengenai penyakit Wahan.

  • Hubbud Dunya: Cinta dunia yang berlebihan (takut kehilangan harta, jabatan, dan kenyamanan).
  • Karahiyatul Maut: Takut mati atau takut berjuang menegakkan kebenaran.

Ia menganalogikan jumlah umat Islam yang besar saat ini seperti buih di lautan. Artinya, kaum muslimin banyak secara kuantitas tetapi mudah diombang-ambingkan karena kehilangan rasa respek dari musuh-musuhnya akibat perpecahan internal.

Kemanusiaan di Atas Sekat Ideologi

Terkait bantuan dari negara-negara seperti Iran, Rusia, atau Tiongkok, Rhoma menekankan pentingnya melihat dari sisi humanity (kemanusiaan). Ia berpendapat bahwa dalam urusan muamalah dan menolong sesama manusia yang terzalimi, kita tidak boleh terjebak pada perbedaan mazhab atau ideologi politik.

Sebagai penutup, Rhoma Irama menegaskan posisi Indonesia. Sesuai konstitusi, Indonesia akan selalu membela bangsa yang terjajah. Ia mengajak umat untuk melakukan introspeksi diri (muhasabah) sebagaimana pesan Umar bin Khattab, "Hasibu anfusakum qabla an tuhasabu" (Hitunglah dirimu sebelum kamu dihitung di hadapan Allah). (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya