Melonjak, Penangkapan Sistematis Perempuan Palestina oleh Israel

Media Indonesia
24/4/2026 07:40
Melonjak, Penangkapan Sistematis Perempuan Palestina oleh Israel
Perempuan Gaza.(Al Jazeera)

LEMBAGA swadaya masyarakat Palestinian Prisoner's Society (PPS) melaporkan peningkatan penangkapan perempuan Palestina secara sistematis dan berkelanjutan oleh otoritas Israel. Berdasarkan laporan kantor berita WAFA pada Kamis (23/4), eskalasi ini menandai salah satu periode paling kelam bagi perempuan di wilayah pendudukan.

Hingga April 2026, jumlah tahanan perempuan yang mendekam di penjara Israel tercatat mencapai 90 orang. Angka ini dinilai sangat signifikan, mengingat jumlah serupa sebelumnya hanya terjadi saat gelombang penangkapan massal pada awal pecahnya konflik.

Kondisi Memprihatinkan di Penjara Damon

Sebagian besar tahanan perempuan tersebut saat ini ditahan di Penjara Damon. PPS merinci bahwa di antara para tahanan terdapat kelompok rentan yang membutuhkan perhatian medis dan perlindungan hukum segera, termasuk:

  • Dua anak di bawah umur.
  • Satu perempuan hamil.
  • Dua pasien kanker.
  • Tiga jurnalis.
  • 25 tahanan administratif (ditahan tanpa dakwaan atau pengadilan).

Menurut kesaksian yang dihimpun PPS, para tahanan menghadapi kondisi yang sangat keras. Mereka dilaporkan mengalami kelaparan, perampasan hak-hak dasar, pengabaian medis yang disengaja, hingga kurungan isolasi. Selain itu, PPS menyoroti ada pelanggaran martabat manusia berupa penggeledahan tubuh tanpa busana serta pelecehan fisik dan seksual.

Data Penangkapan sejak Awal Perang:

PPS mencatat jumlah total perempuan Palestina yang ditangkap sejak awal perang telah melampaui 700 orang. Mayoritas penangkapan dilakukan dengan dalih penghasutan.

Wilayah Penangkapan dan Kendala Data di Gaza

Operasi penangkapan ini dilaporkan terjadi secara meluas di wilayah Tepi Barat, termasuk Jerusalem Timur, serta wilayah-wilayah di dalam garis hijau (wilayah 1948). Namun, PPS menekankan bahwa hingga saat ini belum tersedia data akurat mengenai jumlah penangkapan perempuan di Jalur Gaza akibat blokade dan situasi perang yang terus berkecamuk.

Eskalasi penangkapan ini disebut PPS sebagai bagian dari taktik tekanan terhadap keluarga Palestina. Pelanggaran serius terus berlangsung di tengah periode yang dianggap sebagai salah satu masa paling berdarah bagi warga sipil Palestina, khususnya perempuan, yang terus menjadi sasaran kekerasan sistematis oleh otoritas pendudukan. (Ant/I-2)

Kategori Pelanggaran Bentuk Tindakan
Kondisi Fisik Kelaparan, pengabaian medis, dan isolasi.
Pelanggaran Martabat Penggeledahan tanpa busana dan pelecehan seksual.
Status Hukum Penahanan administratif tanpa proses peradilan yang adil.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya