Serangan Drone Israel di Gaza Utara Tewaskan 5 Orang

Ferdian Ananda Majni
23/4/2026 09:48
Serangan Drone Israel di Gaza Utara Tewaskan 5 Orang
Gaza.(Al Jazeera)

ESKALASI kekerasan di Jalur Gaza kembali memakan korban jiwa dari kalangan sipil. Sedikitnya lima warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, dilaporkan tewas akibat serangan pesawat nirawak (drone) Israel yang menghantam wilayah Beit Lahia, Gaza Utara, pada Rabu (22/4) malam waktu setempat.

Serangan tersebut dilaporkan menyasar kerumunan warga sipil yang tengah berada di ruang publik. Selain korban tewas, sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis dan tengah mendapatkan perawatan intensif.

Target di Dekat Masjid Al-Qassam

Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, serangan drone tersebut menargetkan sekelompok warga yang sedang berkumpul di area dekat Masjid Al-Qassam. Lokasi yang biasanya menjadi titik aktivitas warga sipil tersebut seketika berubah menjadi mencekam saat ledakan terjadi.

Sumber medis dari Rumah Sakit Al-Shifa mengonfirmasi bahwa seluruh korban tewas dan luka-luka telah dievakuasi ke fasilitas mereka. "Kami menerima lima jenazah, tiga di antaranya anak-anak, serta beberapa korban luka, termasuk satu orang yang kondisinya sangat kritis," ujar pihak rumah sakit.

Pelanggaran Gencatan Senjata

Insiden berdarah di Beit Lahia ini menambah panjang daftar pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dicapai pada Oktober lalu. Meski kesepakatan tersebut dimaksudkan untuk mengakhiri operasi militer yang telah berlangsung selama dua tahun, kenyataan di lapangan menunjukkan hal berbeda.

Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza mengungkapkan dampak mengerikan dari serangan yang terus berulang sejak gencatan senjata diberlakukan:

  • Korban Tewas: 786 warga Palestina.
  • Korban Luka: 2.217 orang.

Secara akumulatif, konflik berkepanjangan ini menyebabkan lebih dari 72.000 orang kehilangan nyawa dan sekitar 172.000 lain terluka. Selain kerugian nyawa, infrastruktur sipil di Gaza dilaporkan hancur hingga 90%.

Beban Rekonstruksi Pascaperang

Kehancuran masif di Jalur Gaza memicu kekhawatiran internasional terkait masa depan wilayah tersebut. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa proses rekonstruksi Gaza akan memakan waktu lama dan biaya yang sangat besar.

Estimasi awal menunjukkan bahwa dibutuhkan dana sekitar US$70 miliar atau sekitar Rp1,2 kuadriliun untuk membangun kembali infrastruktur dasar, perumahan, dan fasilitas publik yang lumat akibat serangan militer selama dua tahun terakhir. (Anadolu/I-2)

Data Dampak Konflik Gaza

Total Korban Jiwa > 72.000 Orang
Kerusakan Infrastruktur 90% Wilayah Sipil
Estimasi Biaya Rekonstruksi US$70 Miliar



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya