Laporan PBB: Francesca Albanese Ungkap Penyiksaan Sistematis di Penjara Israel

Wisnu Arto Subari
19/4/2026 10:36
Laporan PBB: Francesca Albanese Ungkap Penyiksaan Sistematis di Penjara Israel
Warga Gaza.(Al Jazeera)

Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina, Francesca Albanese, mengeluarkan pernyataan keras terkait kondisi tahanan Palestina di penjara-penjara Israel. Dalam wawancara terbaru kepada Al Jazeera, Kamis (16/4), Albanese menegaskan bahwa penyiksaan terhadap warga Palestina telah menjadi praktik yang terinstitusionalisasi, dilegalkan oleh hukum, dan dilindungi oleh sistem peradilan Israel.

Laporan ini muncul di tengah sorotan terhadap kasus Marwan Barghouti, tokoh senior Palestina yang dilaporkan mengalami penganiayaan berat. Albanese menekankan bahwa tokoh sekaliber Barghouti yang memiliki pengacara dan perhatian dunia saja bisa mengalami penyiksaan, apalagi kondisi ribuan tahanan lain yang tanpa sorotan jauh lebih memprihatinkan.

Penyiksaan sebagai Praktik Negara

Berdasarkan investigasi dan wawancara dengan penyintas serta pengacara, Albanese menyoroti beberapa poin krusial mengenai kondisi di dalam penjara:

  • Kekerasan Fisik dan Psikis: Pemukulan berulang, isolasi berkepanjangan, kelaparan yang disengaja, dan pengabaian medis secara sistematis.
  • Pelecehan Seksual: Albanese mengungkapkan temuan yang sangat mengganggu mengenai gamifikasi pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap tahanan, termasuk penggunaan objek logam dan anjing militer yang terlatih.
  • Skala Penahanan: Diperkirakan sekitar 20.000 warga Palestina dipenjarakan dalam dua tahun terakhir, dengan sekitar 10.000 orang masih berada dalam tahanan saat ini.
Pernyataan Kunci: "Penyiksaan ini bukan sekadar tindakan oknum, melainkan bagian dari lingkungan yang sengaja diciptakan untuk menghancurkan semangat rakyat Palestina sebagai manusia," ujar Francesca Albanese.

Tuntutan Akuntabilitas Internasional

Albanese mendesak komunitas internasional untuk tidak hanya mendokumentasikan pelanggaran ini, tetapi juga mengambil langkah hukum yang nyata. Ia mengidentifikasi beberapa pejabat senior Israel, termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, sebagai figur yang harus diselidiki dan didakwa oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Selain itu, ia menyoroti tanggung jawab negara-negara Eropa yang masih menjual peralatan militer, termasuk anjing pelacak yang dilaporkan digunakan dalam praktik pelecehan di penjara. Albanese menyerukan aktivasi pengadilan domestik di berbagai negara melalui prinsip yurisdiksi universal untuk menuntut para pelaku kekerasan tersebut.

Imbauan untuk Tekanan Publik

Meskipun mengakui ada rasa ketidakberdayaan di tengah diamnya banyak demokrasi liberal dan negara-negara Arab yang terjebak dalam ketakutan akibat konflik regional, Albanese percaya bahwa tekanan publik adalah kunci.

"Isu Palestina akan terus menghantui nurani dunia selamanya jika kita tidak menghentikan ini sekarang. Saya menyerukan kepada semua orang untuk menekan pemerintah masing-masing agar menghentikan kekejaman ini," tutupnya.

Aspek Pelanggaran Detail Temuan PBB
Status Hukum Penyiksaan dianggap sebagai State Practice (Praktik Negara).
Metode Kekerasan Pemukulan, kelaparan, isolasi, dan kekerasan seksual sistematis.
Rekomendasi Sanksi individu dan penuntutan melalui ICC atau pengadilan domestik.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya