Loyalis Mahmoud Abbas Menang Pemilu Lokal Palestina, Termasuk di Gaza

Haufan Hasyim Salengke
27/4/2026 15:02
Loyalis Mahmoud Abbas Menang Pemilu Lokal Palestina, Termasuk di Gaza
Petugas pemilu Palestina mulai menghitung suara dalam pemilihan kota setelah penutupan tempat pemungutan suara di Kota Al-Bireh, Tepi Barat yang diduduki Israel, pada 25 April 2026.(AFP)

LOYALIS Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendominasi pemilu munisipal Palestina yang digelar Sabtu (25/4) waktu setempat, termasuk kemenangan penting di Kota Deir Al-Balah di Jalur Gaza.

Pejabat pemilu pada Minggu (26/4) menyebutkan, pemungutan suara ini menjadi yang pertama di Gaza sejak 2006 dan pertama di wilayah Palestina sejak perang Gaza pecah lebih dari dua tahun lalu, dipicu serangan lintas batas oleh Hamas ke Israel selatan.

Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat menyatakan keikutsertaan Deir Al-Balah dimaksudkan untuk menegaskan bahwa Gaza merupakan bagian tak terpisahkan dari negara Palestina di masa depan.

Perdana Menteri Palestina Mohammed Mustafa menyebut pemilu berlangsung dalam situasi yang sangat sensitif.

Pemilu digelar “pada momen yang sangat sensitif di tengah tantangan kompleks dan keadaan luar biasa,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa proses ini merupakan “langkah awal penting dalam proses nasional yang lebih luas untuk memperkuat kehidupan demokratis ... dan pada akhirnya mencapai persatuan tanah air.”

Di Gaza, kelompok Hamas tidak secara resmi mengajukan kandidat dan memboikot pemilu di Tepi Barat, sehingga kemenangan faksi Fatah yang berafiliasi dengan Abbas sudah diperkirakan.

Namun, sejumlah kandidat di Deir Al-Balah dinilai memiliki kedekatan dengan Hamas, sehingga hasil pemilu juga dipandang sebagai indikator dukungan terhadap kelompok tersebut.

Hasil sementara menunjukkan daftar kandidat Nahdat Deir Al-Balah yang didukung Fatah meraih enam dari 15 kursi yang diperebutkan. Sementara daftar Deir Al-Balah Brings Us Together hanya memperoleh dua kursi. Sisa kursi dibagi antara dua kelompok lokal lainnya yang tidak berafiliasi dengan faksi besar.

Di Tepi Barat, loyalis Abbas menyapu bersih pemilu, bahkan tanpa perlawanan di banyak daerah.

Juru bicara Fatah, Abdul Fattah Dawla, menyebut tingkat partisipasi pemilih relatif sebanding dengan pemilu lokal 2022 di Tepi Barat, meski berlangsung di tengah kekerasan yang masih berlanjut.

Analis politik Palestina, Reham Ouda, menilai pilihan pemilih mencerminkan harapan terhadap dukungan internasional yang lebih luas.

“Dengan memilih figur yang terkait dengan Fatah, pemilih tampaknya mencari dukungan internasional tanpa hambatan untuk tata kelola lokal serta pergeseran politik bertahap yang dapat meluas ke tingkat nasional,” ujarnya.

Meski demikian, partisipasi pemilih di Gaza tercatat rendah, hanya 23%, dibandingkan 56% di Tepi Barat, menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum Palestina Rami Al-Hamdallah.

Ia juga mengungkapkan adanya kendala logistik akibat pembatasan keamanan Israel, yang sempat menghambat masuknya kotak suara dan peralatan pemilu ke Gaza.

Sementara itu, juru bicara Hamas di Gaza, Hazem Qassem, mengecilkan arti hasil pemilu tersebut dan menyatakan tidak berdampak pada isu nasional yang lebih luas.

Pemilu ini berlangsung di tengah kondisi Gaza yang masih porak-poranda akibat konflik berkepanjangan, dengan banyak warga mengungsi dan berjuang untuk bertahan hidup meski gencatan senjata diumumkan pada Oktober lalu. (Arab News/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya