Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Jepang membuka peluang untuk mengerahkan kekuatan militernya dalam misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Opsi tersebut bakal dipertimbangkan dengan catatan apabila gencatan senjata telah tercapai dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, mengungkapkan kemungkinan tersebut dalam sebuah wawancara dengan Fuji TV.
Motegi menyatakan bahwa Tokyo dapat mengambil peran teknis jika situasi keamanan di jalur perdagangan vital tersebut sudah mulai mereda.
"Jika terjadi gencatan senjata menyeluruh, secara hipotetis, maka hal-hal seperti penyapuan ranjau dapat muncul," ujar Motegi sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Ia menekankan bahwa langkah itu masih bersifat pengandaian dan sangat bergantung pada kondisi di lapangan.
Menurutnya, hambatan berupa ranjau laut di jalur pelayaran internasional menjadi perhatian serius bagi keamanan navigasi global.
"Ini murni hipotetis, tetapi jika gencatan senjata ditetapkan dan ranjau laut menciptakan hambatan, maka saya pikir itu akan menjadi sesuatu yang perlu dipertimbangkan," lanjutnya.
Pernyataan Motegi itu muncul setelah sebelumnya Jepang sempat menyatakan tidak akan mengirimkan pasukan untuk mengamankan rute perdagangan tersebut.
Keputusan itu diambil meskipun ada tekanan dan permintaan bantuan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menjaga stabilitas di kawasan Selat Hormuz. (H-4)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
Presiden AS Donald Trump membatalkan kunjungan pejabat AS ke Pakistan untuk membahas gencatan senjata Iran. Trump sebut pihak Iran "membuang waktu".
Upaya baru untuk membuka jalur dialog antara Amerika Serikat dan Iran kembali digulirkan. Dua utusan Washington dijadwalkan tiba di Islamabad, Pakistan, Sabtu (25/4).
Rupiah melemah ke Rp17.181 per dolar AS dipicu ketidakpastian konflik AS-Iran dan tekanan utang Indonesia 2026. Simak analisis lengkapnya.
Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan terbang ke Pakistan untuk negosiasi damai dengan Iran. Di tengah blokade Selat Hormuz dan ancaman serangan, akankah kesepakatan tercapai?
AS sita kapal kargo Iran di tengah blokade Selat Hormuz. Meski situasi memanas, sinyal perundingan damai di Pakistan mulai menguat. Akankah Iran hadir?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved