Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UTUSAN Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengeluarkan seruan kepada masyarakat internasional dan peringatan langsung kepada Israel setelah babak baru eskalasi mematikan yang mengancam akan memicu perang habis-habisan di Libanon.
Dalam pidato yang disampaikan pada Jumat (20/9) di hadapan Dewan Keamanan PBB, perwakilan tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menuduh Israel telah melakukan tindakan teror. "(Israel) melakukan tindakan teror yang sistematis dan provokatif," kata Amir, mengutip Newsweek, Sabtu (21/9).
Aksi teror itu meliputi ledakan pager atau penyeranta, radio portabel, dan peralatan tenaga surya yang terutama digunakan oleh gerakan Hizbullah Libanon di beberapa wilayah Libanon dan Suriah pada Selasa (10/9) dan Rabu (11/9).
Baca juga : PBB: Serangan Perangkat Elektronik di Libanon Langgar Hukum Kemanusiaan
Israel tidak mengonfirmasi atau membantah bertanggung jawab kejadian itu yang menewaskan 37 orang dan melukai ribuan orang lain, menurut para pejabat kesehatan Libanon. Sebagian besar korban tewas dan luka-luka dilaporkan sebagai anggota Hizbullah, meskipun ada juga warga sipil, di antaranya pekerja medis dan anak-anak.
Adapun yang juga menjadi korban ialah Duta Besar Iran untuk Libanon, Mojtaba Amani, yang telah menjalani operasi untuk luka-lukanya. Serangan ini merupakan yang terbaru melibatkan dinas luar negeri Teheran setelah pembunuhan personel Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di gedung konsuler Iran di Suriah dalam serangan udara pada April lalu. Ini memicu adu serangan langsung antara kedua musuh bebuyutan tersebut untuk pertama kalinya.
"Sekali lagi, rezim ini telah melewati garis merah dengan menargetkan duta besar kami," kata Amir. Iran akan secara ketat mengejar pertanggungjawaban atas serangan terhadap duta besar mereka di Libanon serta memiliki hak di bawah hukum internasional untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan dalam menanggapi pelanggaran mengerikan ini.
Baca juga : Hizbullah Pamerkan Kompleks Rudal Besar tidak Terdeteksi Israel
Israel mengintensifkan serangannya di seluruh Libanon, termasuk pembunuhan tokoh-tokoh Hamas dan Hizbullah. Kurang dari dua bulan setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan pembunuhan pejabat tinggi militer Hizbullah, Fouad Shukr, di Beirut pada akhir Juli lalu, para pejabat militer Israel mengumumkan pembunuhan terhadap kepala Pasukan Radwan Hizbullah, Ibrahim Aqil, dan para komandan senior lain di ibu kota Libanon.
"Aqil dan para komandan Pasukan Radwan yang kami serang ialah dalang dan kekuatan di balik rencana Hizbullah untuk melakukan serangan ke Israel utara," kata Laksamana Muda IDF, Daniel Hagari. "Sebagai bagian dari rencana ini, Hizbullah bermaksud menyusup ke Israel, merebut kendali atas masyarakat di Galilea, dan membunuh serta menculik warga sipil Israel, seperti yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober lalu."
Hizbullah kemudian mengakui pembunuhan tersebut dalam pernyataan yang juga memberikan pujian kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama dengan, "Semua mujahidin dan para pejuang di semua lini dan kepada para pengamat yang jujur dan setia kepada pemimpin jihad yang agung dan konstelasi para saudara-saudaranya yang mati syahid."
Baca juga : PM Libanon Khawatir Israel Lanjutkan Perang
Sehari sebelumnya, Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah mengakui bahwa kelompoknya telah mengalami pukulan keamanan dan kemanusiaan yang besar. Namun ia berjanji akan terus melanjutkan operasi melawan Israel.
Dia menantang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk melancarkan perang melawan Libanon dan menyebutnya sebagai kesempatan bersejarah.
Sementara itu, IRGC telah bersumpah untuk memberikan tanggapan yang menghancurkan dari Poros Respons, koalisi yang beraliansi dengan Iran yang mencakup Hizbullah dan sejumlah milisi regional lain yang menentang Israel. (Z-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Dua teknisi pesawat F-15 Israel didakwa atas spionase untuk Iran. Mereka diduga membocorkan dokumen mesin pesawat dan memantau pejabat tinggi.
Tuan Guru Bajang (TGB) menegaskan dukungan untuk Iran melawan Zionis didasari nilai kemanusiaan, hukum internasional, dan tuntunan agama Al-Quran.
Konflik bersenjata di Iran akibatkan kerusakan masif pada 56 situs warisan budaya, 30 universitas, dan 55 perpustakaan. Simak dampak terhadap identitas nasional.
Profesor Mohammad Marandi mengungkap penyebab kegagalan negosiasi Iran-AS di Islamabad, dampak blokade Selat Hormuz, dan ancaman krisis energi global.
Presiden Donald Trump mengeklaim perang AS di Iran bertujuan mencegah serangan nuklir terhadap Israel dan AS. Simak detail serangan pembom B-2 ke situs pengayaan uranium.
Arab Saudi berhasil memulihkan kapasitas penuh jalur pipa minyak Timur-Barat sebesar 7 juta barel per hari setelah serangan yang sempat mengganggu produksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved