Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA banyak faktor yang menyebabkan terjadinya susah buang air kacil pada perempuan. Melalui live Instagram @rscm.kencana beberapa waktu lalu, dr. Wiji Lestari, M.Gizi, Sp.GK(K) menjelakan faktor penyebab kesulitan kencing pada perempuan.
“Kesulitan kencing pada perempuan biasanya ditandai dengan harus mengedan, kencingnya terputus-putus, pancarannya lemah, tidak lampias saat berkemih. Jadi seperti masih ada sisa kencing. Kadang ada yang sampai mengompol, kesannya seperti menetes terus kencingnya dan keluar dari kantong kemih. Penyebabnya, kandung kemih terlalu penuh dan tidak bisa mengeluarkan dengan sempurna,” ungkapnya.
Menurut Wiji, terjadinya susah kencing pada perempuan disebabkan oleh berbagai faktor risiko, seperti penyakit yang diderita dan usia. “Penyebabnya macam-macam. Kita bisa melihat dari komponen kandung kemihnya sendiri. Jadi hal yang mengganggu kontraksi kandung kemih dan yang mungkin mengganggu kelancaran pipa atau menyumbat pipanya, bisa menyebabkan sulit berkemih pada perempuan," ujarnya.
Baca juga: Vaksinasi Polio Lindungi Anak dan Lingkungannya
Ia menambahkan, sulit berkemih juga disebabkan penyakit seperti diabetes, strok, penyakit tulang belakang dan pengaruh obat-obatan. Ada juga pasien yang tidak punya penyakit namun terganggu berkemih karena faktor penuaan.
Pemeriksaan awal apabila seseorang kesulitan berkemih dilakukan dengan wawancara. "Setelah itu, pemeriksaan fisik untuk melihat arah gejalanya. Apakah ada penurunan organ panggul, penyempitan di saluran kemih atau saluran uretra atau di area muara luar," tuturnya. Selanjutnya pemeriksaan penunjang urofometri yaitu tes pancaran kencing, dilanjutkan urodinamik. Urodinamik bisa membedakan secara pasti penyebabnya apakah karena kontraksi kantong kencing yang berkurang atau sumbatan di saluran kemih.
Wiji menyarankan, untuk mencegah terjadinya kesulitan membuang air kecil pada perempuan bisa dilakukan dengan rutin olahraga, menerapkan gaya hidup sehat, dan menggunakan pakaian yang nyaman dipakai.
"Untuk menghindari adanya saluran penyempitan di kandung kemih perempuan yang bisa menyebabkan infeksi sebaiknya minum air yang cukup, tidak menahan kencing, kemudian cara membersihkan setelah buang air kencing itu harus ke belakang jangan terbalik. Jangan membawa kuman-kuman dari belakang ke depan,” pungkasnya.(H-3)
WIC Jakarta sukses gelar Konferensi Biennial WCI ke-17. Fokus pada pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya di era transformasi.
PT IWIP mendobrak stigma gender di industri pertambangan melalui pelatihan operator alat berat dan lingkungan kerja inklusif bagi perempuan di Maluku Utara.
Dokter spesialis ingatkan pentingnya pap smear meski sudah vaksin HPV. Simak data kasus kanker serviks di Indonesia dan program skrining gratis Kemenkes.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Psikiater dr. Elvine Gunawan menjelaskan bagaimana pola asuh kritikal memicu self-stigma dan membuat perempuan sulit terbuka saat menghadapi masalah.
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Katarak bukan lagi penyakit lansia. Kenali katarak juvenil yang mengincar usia produktif akibat diabetes, trauma, hingga miopia tinggi. Cek gejalanya di sini!
Masyarakat disarankan melakukan deteksi dini, yaitu skrining untuk mengidentifikasi risiko diabetes sejak awal.
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Gula aren sering dianggap lebih sehat, tapi benarkah aman untuk diabetes? Simak kandungan, indeks glikemik, batas konsumsi harian, serta risiko kesehatan jika berlebihan.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved