Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLA asuh di masa kecil memegang peranan krusial dalam membentuk karakter dan keberanian seseorang dalam berkomunikasi saat dewasa. Psikiater dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ, mengungkapkan bahwa perempuan yang tumbuh dalam lingkungan dengan pola asuh kritikal cenderung mengalami kesulitan untuk terbuka saat menghadapi persoalan hidup.
Menurut Elvine, lingkungan yang sering menyalahkan atau menyudutkan anak akan membekas hingga mereka dewasa.
"Kalau sejak kecil terbiasa dikritik atau disalahkan, ketika dewasa mereka lebih mudah menarik diri dan memilih diam saat ada masalah," ujar Elvine dalam sebuah acara bincang-bincang memperingati Hari Kartini di Jakarta, dikutip Senin (27/4).
Kondisi ini, lanjut Elvine, berakar pada rasa tidak aman (insecurity) dan pola keterikatan yang terbentuk sejak masa kanak-kanak. Ketika respons emosional seorang anak perempuan tidak diterima atau dianggap berlebihan oleh lingkungannya, mereka mulai menginternalisasi stigma tersebut.
Dampaknya tidak hanya datang dari luar, tetapi berkembang menjadi self-stigma. Ini adalah kondisi di mana perempuan mulai menyalahkan diri sendiri atas emosi atau kondisi biologis yang mereka alami.
"Perempuan bisa merasa kenapa saya begini, kenapa saya terlalu emosional. Padahal proses biologis seperti menstruasi adalah hal normal," tambahnya.
Selain faktor keluarga, Elvine menyoroti budaya patriarki yang masih kuat sebagai penghambat keberanian perempuan untuk bersuara. Hal ini terlihat jelas dalam kasus-kasus sensitif seperti kekerasan seksual, di mana korban sering kali memilih bungkam karena takut dihakimi atau justru disalahkan oleh masyarakat.
Berikut adalah ringkasan faktor-faktor yang memengaruhi keterbukaan emosional perempuan berdasarkan penjelasan dr. Elvine Gunawan:
| Faktor Penyebab | Dampak pada Perempuan |
|---|---|
| Pola Asuh Kritikal | Cenderung menarik diri dan memilih diam saat ada masalah. |
| Internalisasi Stigma | Munculnya self-stigma atau menyalahkan diri sendiri. |
| Budaya Patriarki | Ketakutan untuk bersuara karena risiko penghakiman sosial. |
| Kurangnya Ruang Aman | Memendam masalah yang berdampak pada kesehatan mental jangka panjang. |
Sebagai solusi, Elvine menekankan pentingnya memulai edukasi dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Orang tua diharapkan mampu menciptakan ruang diskusi yang jujur dan tanpa stigma mengenai berbagai isu, mulai dari kesehatan mental, batasan diri (boundaries), hingga hal biologis seperti menstruasi.
Edukasi ini harus diberikan secara adil kepada anak perempuan maupun laki-laki. "Ketika anak merasa didengar dan tidak dihakimi, mereka akan lebih berani menyampaikan apa yang dirasakan," tegasnya.
Membangun lingkungan yang aman dan suportif di rumah adalah langkah preventif yang paling efektif untuk mencegah perempuan terus memendam masalah, yang jika dibiarkan, dapat merusak kesehatan mental mereka dalam jangka panjang. (Ant/Z-1)
WIC Jakarta sukses gelar Konferensi Biennial WCI ke-17. Fokus pada pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya di era transformasi.
PT IWIP mendobrak stigma gender di industri pertambangan melalui pelatihan operator alat berat dan lingkungan kerja inklusif bagi perempuan di Maluku Utara.
Dokter spesialis ingatkan pentingnya pap smear meski sudah vaksin HPV. Simak data kasus kanker serviks di Indonesia dan program skrining gratis Kemenkes.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved