Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENITIPKAN anak di tempat penitipan anak atau daycare sering kali menjadi pilihan bagi orangtua bekerja. Namun, tantangan muncul ketika orangtua ingin mengetahui sejauh mana kualitas pengalaman anak selama berada di sana. Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) membagikan sejumlah kiat agar anak lebih terbuka menceritakan aktivitas keseharian mereka.
Bendahara HIMPSI Wilayah Aceh, Devi Yanti, M. Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa kunci utama terletak pada cara orangtua membangun komunikasi. Bagi anak yang sudah bisa berbicara, pendekatan yang spesifik dan tidak memojokkan sangat diperlukan.
Devi menyarankan orangtua untuk menghindari pertanyaan tertutup yang hanya membutuhkan jawaban "ya" atau "tidak". Sebaliknya, gunakan pertanyaan terbuka yang memancing anak untuk mendeskripsikan kejadian.
"Daripada menanyakan apakah hari ini menyenangkan, coba tanyakan tadi main apa, dengan siapa, atau ada kejadian lucu tidak hari ini?" ujar Devi yang juga merupakan Psikolog Klinis di Rumah Sakit Jiwa Aceh tersebut.
Waktu yang tepat sangat menentukan kenyamanan anak dalam bercerita. Orangtua perlu mencari celah waktu ketika suasana hati anak sedang tenang dan merasa aman. Berikut adalah beberapa rekomendasi waktu dan teknik komunikasi yang disarankan:
| Aspek | Rekomendasi Psikolog |
|---|---|
| Waktu Ideal | Sela-sela makan malam, saat mandi, atau sebelum tidur (momen emas). |
| Reaksi Orangtua | Tetap tenang, jangan menunjukkan ekspresi berlebihan atau panik saat mendengar cerita mengkhawatirkan. |
| Media Komunikasi | Gunakan boneka, gambar, atau permainan peran (roleplay) untuk membantu anak berekspresi. |
Devi menekankan pentingnya menjaga reaksi emosional. Jika orangtua bereaksi terlalu panik saat anak menceritakan hal yang kurang menyenangkan, anak berisiko merasa bersalah dan memilih untuk diam di kemudian hari.
Lebih lanjut, Devi menegaskan bahwa menitipkan anak ke daycare bukanlah hal yang tabu. Menurutnya, stigma bahwa "ibu yang baik tidak menitipkan anak" adalah konstruksi sosial yang tidak adil bagi orangtua pekerja atau orangtua tunggal.
Secara psikologis, daycare yang berkualitas justru memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak, seperti:
"Yang terpenting bukan di mana anak diasuh, tetapi bagaimana kualitas pengasuhan yang diterima anak," tegasnya. (Ant/Z-1)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
Roblox memperkenalkan Roblox Kids dan Roblox Select di Indonesia untuk melindungi pengguna di bawah 16 tahun dengan kontrol orang tua yang lebih ketat.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Pengumuman SNBP 2026 memicu refleksi mendalam bagi orang tua. Fokus kini bergeser dari sekadar nama besar kampus ke relevansi kurikulum dan kesiapan kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved