Waspada Perubahan Perilaku Anak di Daycare, Psikolog: Jangan Abaikan Naluri

Basuki Eka Purnama
28/4/2026 10:13
Waspada Perubahan Perilaku Anak di Daycare, Psikolog: Jangan Abaikan Naluri
Ilustrasi(Freepik)

MEMILIH tempat penitipan anak (daycare) merupakan keputusan besar bagi orangtua bekerja. Namun, pengawasan tidak boleh berhenti setelah anak didaftarkan. Psikolog Devi Yanti, M. Psi., menekankan pentingnya bagi orangtua untuk tetap waspada terhadap setiap perubahan perilaku anak sekecil apa pun.

Bendahara Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Aceh tersebut menyatakan bahwa insting orang tua adalah instrumen deteksi dini yang paling kuat.

"Jangan menunggu sampai ada bukti nyata. Naluri orang tua adalah sinyal yang tidak boleh diabaikan," ujar Devi saat dihubungi pada Senin (27/4).

Mengenali Tanda Bahaya (Red Flags)

Devi menyarankan orangtua untuk lebih teliti mencatat perkembangan emosional dan fisik anak. Perubahan drastis pada keseharian anak bisa menjadi indikasi adanya masalah di tempat penitipan. Berikut adalah beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

Kategori Perubahan Indikator yang Harus Diwaspadai
Perilaku Sosial Anak yang semula aktif tiba-tiba menjadi pendiam atau menarik diri.
Respon Emosional Anak menjadi rewel berlebihan atau menunjukkan ketakutan/penolakan saat akan diantar ke daycare.
Kondisi Fisik Ditemukan luka, memar, atau bekas cedera yang tidak wajar pada tubuh anak.
Transparansi Pengelola Pihak daycare melarang kunjungan mendadak (sidak) oleh orang tua.

Langkah Tindakan bagi Orangtua

Jika kecurigaan muncul, Devi yang juga berpraktik sebagai psikolog klinis di Rumah Sakit Jiwa Aceh ini memberikan panduan langkah demi langkah yang harus diambil oleh orang tua:

  1. Lakukan Kunjungan Mendadak: Datanglah ke tempat penitipan tanpa pemberitahuan sebelumnya untuk melihat langsung kondisi anak dan lingkungan sekitar.
  2. Komunikasi dengan Pengelola: Sampaikan kekhawatiran secara terbuka. Pengelola yang profesional seharusnya bersikap kooperatif dan transparan dalam menanggapi keluhan.
  3. Konsultasi Ahli: Segera bawa anak ke dokter atau psikolog jika ditemukan tanda kekerasan fisik atau perubahan perilaku yang signifikan untuk mendapatkan pemeriksaan medis dan psikis.
  4. Dokumentasi: Catat dan kumpulkan bukti-bukti kecurigaan sebagai dasar laporan ke pihak berwenang di kemudian hari.

Prioritaskan Keselamatan Anak

Lebih lanjut, Devi mengingatkan agar orangtua tidak ragu untuk mengambil langkah hukum jika menemukan indikasi pelanggaran atau kekerasan. Menurutnya, tugas orang tua adalah melaporkan, sementara pembuktian secara mendalam adalah ranah aparat penegak hukum.

"Jangan takut melaporkan meski belum ada bukti lengkap, karena investigasi adalah tugas aparat, bukan orang tua. Segera pindahkan anak sembari menunggu proses investigasi. Keselamatan anak adalah prioritas utama, tidak perlu menunggu kepastian hukum untuk mengambil langkah ini," tegasnya.

Dengan sikap proaktif dan keberanian untuk bertindak, orangtua dapat memberikan perlindungan maksimal bagi anak dari potensi bahaya di lingkungan luar rumah. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya