Pentingnya Gizi Optimal untuk Kognitif Anak dan Cara Mencegah Stunting

Basuki Eka Purnama
16/4/2026 22:00
Pentingnya Gizi Optimal untuk Kognitif Anak dan Cara Mencegah Stunting
Ilustrasi(Freepik)

PEMENUHAN gizi optimal menjadi kunci utama dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama bagi mereka yang berada di usia sekolah. Selain pertumbuhan fisik, asupan nutrisi yang tepat sangat berpengaruh terhadap fungsi kognitif dan kemampuan belajar anak di sekolah.

Presiden Perhimpunan Nutrisi Indonesia (INA), Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK, Subsp.PK, menegaskan bahwa orangtua harus memastikan asupan gizi yang seimbang setiap hari. Hal ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, yang menyoroti kaitan erat antara nutrisi dengan kecerdasan anak, dikutip Kamis (16/4).

“Dalam mendukung tumbuh kembang dan kemampuan belajar anak, penting untuk memastikan asupan gizi yang optimal dan seimbang setiap hari,” ujar Luciana.

Peran Vital Protein dan Zat Besi

Luciana menjelaskan bahwa protein dan zat besi adalah dua komponen krusial. Protein berperan dalam pembentukan jaringan tubuh, sementara zat besi mendukung perkembangan otak, konsentrasi, hingga daya ingat. Namun, kedua zat ini tidak bisa bekerja sendiri; mereka membutuhkan dukungan dari karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral agar fungsi tubuh berjalan maksimal.

Lebih lanjut, kecukupan gizi juga menjadi benteng utama dalam mencegah masalah kesehatan serius seperti anemia dan stunting. Luciana mengingatkan bahwa penyerapan zat besi akan lebih maksimal jika dikombinasikan dengan asupan yang kaya vitamin C.

Untuk memudahkan orangtua dalam menyusun menu, berikut adalah contoh variasi sumber protein harian yang disarankan:

Waktu Makan Rekomendasi Sumber Protein
Pagi Hari (Sarapan) Telur
Makan Siang Ikan
Malam Hari Protein Nabati (Tahu, Tempe, Kacang-kacangan)

Dampak Buruk Defisiensi Nutrisi

Kekurangan nutrisi tidak hanya membuat tubuh anak menjadi kurus atau mudah terserang penyakit karena penurunan sistem imun, tetapi juga berdampak jangka panjang pada otak. Jika dibiarkan, otak anak tidak akan berkembang secara optimal.

Berdasarkan studi dari Indonesia Health Development Center, terdapat kaitan langsung antara asupan gizi, anemia defisiensi besi, dan stunting terhadap working memory anak. Working memory adalah kemampuan otak untuk menyimpan dan mengolah informasi yang sangat krusial bagi konsentrasi serta pemahaman materi pelajaran.

Ringkasan Dampak Kekurangan Gizi:
  • Gangguan pertumbuhan fisik (stunting/kurus).
  • Penurunan fungsi sistem imun (mudah sakit).
  • Gangguan perkembangan kognitif dan daya ingat.
  • Penurunan kemampuan konsentrasi di sekolah.

Dengan memberikan variasi makanan yang mengandung karbohidrat, serat, dan protein secara bergantian dalam seminggu, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dengan fungsi kognitif yang prima. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya