Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMENUHAN gizi optimal menjadi kunci utama dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama bagi mereka yang berada di usia sekolah. Selain pertumbuhan fisik, asupan nutrisi yang tepat sangat berpengaruh terhadap fungsi kognitif dan kemampuan belajar anak di sekolah.
Presiden Perhimpunan Nutrisi Indonesia (INA), Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK, Subsp.PK, menegaskan bahwa orangtua harus memastikan asupan gizi yang seimbang setiap hari. Hal ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, yang menyoroti kaitan erat antara nutrisi dengan kecerdasan anak, dikutip Kamis (16/4).
“Dalam mendukung tumbuh kembang dan kemampuan belajar anak, penting untuk memastikan asupan gizi yang optimal dan seimbang setiap hari,” ujar Luciana.
Luciana menjelaskan bahwa protein dan zat besi adalah dua komponen krusial. Protein berperan dalam pembentukan jaringan tubuh, sementara zat besi mendukung perkembangan otak, konsentrasi, hingga daya ingat. Namun, kedua zat ini tidak bisa bekerja sendiri; mereka membutuhkan dukungan dari karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral agar fungsi tubuh berjalan maksimal.
Lebih lanjut, kecukupan gizi juga menjadi benteng utama dalam mencegah masalah kesehatan serius seperti anemia dan stunting. Luciana mengingatkan bahwa penyerapan zat besi akan lebih maksimal jika dikombinasikan dengan asupan yang kaya vitamin C.
Untuk memudahkan orangtua dalam menyusun menu, berikut adalah contoh variasi sumber protein harian yang disarankan:
| Waktu Makan | Rekomendasi Sumber Protein |
|---|---|
| Pagi Hari (Sarapan) | Telur |
| Makan Siang | Ikan |
| Malam Hari | Protein Nabati (Tahu, Tempe, Kacang-kacangan) |
Kekurangan nutrisi tidak hanya membuat tubuh anak menjadi kurus atau mudah terserang penyakit karena penurunan sistem imun, tetapi juga berdampak jangka panjang pada otak. Jika dibiarkan, otak anak tidak akan berkembang secara optimal.
Berdasarkan studi dari Indonesia Health Development Center, terdapat kaitan langsung antara asupan gizi, anemia defisiensi besi, dan stunting terhadap working memory anak. Working memory adalah kemampuan otak untuk menyimpan dan mengolah informasi yang sangat krusial bagi konsentrasi serta pemahaman materi pelajaran.
Dengan memberikan variasi makanan yang mengandung karbohidrat, serat, dan protein secara bergantian dalam seminggu, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dengan fungsi kognitif yang prima. (Ant/Z-1)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
Roblox memperkenalkan Roblox Kids dan Roblox Select di Indonesia untuk melindungi pengguna di bawah 16 tahun dengan kontrol orang tua yang lebih ketat.
Pengumuman SNBP 2026 memicu refleksi mendalam bagi orang tua. Fokus kini bergeser dari sekadar nama besar kampus ke relevansi kurikulum dan kesiapan kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved