Anak Kena Campak dan Cacar Tetap Boleh Mandi, Ini Penjelasan Dokter

Basuki Eka Purnama
28/4/2026 08:17
Anak Kena Campak dan Cacar Tetap Boleh Mandi, Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi(Freepik)

ANGGAPAN bahwa anak yang sedang terkena campak atau cacar air dilarang mandi ternyata hanyalah mitos atau hoaks. Dokter spesialis kulit, dr. July Iriani Rahardja, SpDVE, MM, FINSDV, menegaskan bahwa menjaga kebersihan tubuh justru sangat penting selama masa penyembuhan kedua penyakit tersebut.

Menurut July, menjaga tubuh tetap bersih bertujuan agar kulit terhindar dari masalah kesehatan tambahan. Jika anak tidak dimandikan, kotoran dan sisa-sisa salep yang menumpuk di kulit justru berisiko memicu infeksi sekunder.

"Jadi justru harus mandi. Kalau tidak mandi, kulit menjadi kotor dan kotoran menumpuk. Jika ada sisa salep yang tidak dibersihkan, itu bisa menjadi koreng," ujar lulusan Universitas Padjajaran tersebut dalam sebuah diskusi di Jakarta.

Syarat dan Cara Memandikan Anak

Meski diperbolehkan mandi, orangtua harus memperhatikan kondisi fisik anak. Mandi tidak disarankan jika anak dalam keadaan demam tinggi atau sedang merasa sangat kedinginan. Selain itu, suhu air dan jenis sabun yang digunakan juga harus diperhatikan agar tidak mengiritasi kulit yang sedang sensitif.

Berikut adalah panduan praktis memandikan anak yang sedang terkena campak atau cacar berdasarkan saran medis:

Aspek Rekomendasi
Suhu Air Hangat suam-suam kuku (36 – 37 derajat Celcius)
Jenis Sabun Sabun yang lembut di kulit (hindari antiseptik keras)
Kondisi Tubuh Tidak sedang demam atau menggigil
Penggunaan Antiseptik Hanya jika ada infeksi bakteri dan atas saran dokter

Fokus pada Imunitas Tubuh

Lebih lanjut, July menjelaskan bahwa campak dan cacar merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Secara medis, penyakit ini bersifat self-limiting disease, yang artinya dapat sembuh dengan sendirinya seiring dengan menguatnya sistem kekebalan tubuh pasien.

Oleh karena itu, kunci utama penyembuhan bukan sekadar pada obat-obatan luar, melainkan pada penguatan imunitas anak. Orangtua diimbau untuk memastikan anak mendapatkan asupan makanan bergizi seimbang dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah. (Ant/Z-1)

Penggunaan sabun antiseptik secara rutin tidak disarankan kecuali terjadi komplikasi infeksi bakteri, karena dapat membuat kulit yang sedang meradang menjadi semakin kering atau iritasi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya