Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
VRUS penyebab cacar air, Varicella zoster, ternyata tidak benar-benar hilang dari tubuh setelah penderitanya sembuh, melainkan menetap di saraf dan berisiko memicu cacar api (herpes zoster) saat kondisi fisik melemah.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah,Vito A. Damay, (SpJP(K)), menjelaskan bahwa virus tersebut bersembunyi di ujung saraf dekat tulang belakang dalam kondisi tidak aktif atau "tidur".
“Cacar air ini ketika dia pulih, virusnya tidak hilang, virusnya tidur. Dia tidur di ujung saraf kita, letaknya persis di dekat tulang belakang kita,” kata dr. Vito dalam sesi diskusi di Jakarta, Selasa (28/4).
Menurut Vito, virus tersebut dapat kembali aktif ketika imunitas tubuh seseorang menurun. Kondisi ini kemudian menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai cacar api atau dompo. “Waktu imunitasnya turun, barulah dia keluar. Maung tidak ada orang, keluar dia langsung, nah itulah yang bikin cacar api,” tambahnya.
Selain faktor penurunan imunitas, risiko terkena cacar api juga dipengaruhi oleh usia lanjut serta adanya penyakit penyerta (komorbid) seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes. Kondisi stres juga menjadi pemicu signifikan karena dapat menekan sistem kekebalan tubuh.
Gejala awal cacar api sering kali menipu karena diawali dengan demam serta nyeri di area tertentu, seperti dada atau perut, sebelum muncul lepuhan berisi air. Rasa sakit yang ditimbulkan sering kali sangat hebat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Untuk pencegahan, Vito menyarankan penerapan gaya hidup sehat, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan ideal. Bagi keluarga pasien, disarankan untuk tidak menyentuh lepuhan secara langsung guna mencegah penularan.
“Bila hendak mencuci pakaian pasien sebaiknya mengenakan sarung tangan dan mencucinya dengan air panas serta detergen agar virus mati,” pungkasnya.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, virus cacar air tetap “tidur” dalam tubuh dan bisa aktif kembali jadi herpes zoster. Kenali risiko dan pencegahannya.
Kenali cacar api (herpes zoster), penyebab, gejala nyeri hebat, serta cara pengobatan dan pencegahannya agar tidak menimbulkan komplikasi serius.
Studi Stanford yang menganalisis data kesehatan di Wales menemukan lansia penerima vaksin shingles memiliki risiko demensia 20% lebih rendah.
Penyakit menular punya peran besar dalam perjalanan manusia. Dalam dunia medis, pakar kesehatan mengukur tingkat penularannya dengan angka reproduksi dasar
Virus varicella-zoster dapat aktif kembali saat sistem kekebalan tubuh melemah. Ketika aktif, virus ini tidak lagi menyebabkan cacar air, melainkan muncul sebagai herpes zoster
Kenali gejala cacar api (herpes zoster) yang menyakitkan, penyebab virus aktif kembali, serta cara pengobatan efektif untuk mencegah komplikasi saraf.
Survei global GSK mengungkap risiko cacar api pada lansia dengan penyakit kronis. Di Indonesia, biaya rawat inap mencapai Rp10 juta per kasus.
CACAR api atau herpes zoster merupakan penyakit yang kerap menyerang orang dewasa, terutama lansia dan individu dengan daya tahan tubuh lemah pencegahan paling efektif dengan vaksinasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved