Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAH mengalami cacar air bukan berarti Anda sepenuhnya terbebas dari masalah di masa depan. Justru sebaliknya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya cacar api atau Herpes zoster di kemudian hari.
Hal ini terjadi karena cacar air dan herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama, yaitu Varicella-zoster virus. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tidak sepenuhnya hilang dari tubuh. Ia dapat “bersembunyi” dalam kondisi tidak aktif di sistem saraf selama bertahun-tahun.
Virus varicella-zoster dapat aktif kembali saat sistem kekebalan tubuh melemah. Ketika aktif, virus ini tidak lagi menyebabkan cacar air, melainkan muncul sebagai herpes zoster atau cacar api.
Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, bahkan puluhan tahun setelah seseorang sembuh dari cacar air. Dalam beberapa kasus, virus bahkan bisa tetap tidak aktif seumur hidup tanpa menimbulkan gejala.
Meskipun semua orang yang pernah terkena cacar air berisiko, ada beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami herpes zoster, antara lain:
Herpes zoster tergolong menular, tetapi dengan cara yang terbatas. Penularan biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan dari ruam lepuh.
Menariknya, orang yang tertular tidak langsung mengalami herpes zoster, melainkan cacar air jika sebelumnya belum pernah terinfeksi virus tersebut. Risiko penularan juga lebih kecil jika ruam tertutup dengan baik.
Gejala awal herpes zoster sering menyerupai flu, seperti:
Namun, ciri khasnya adalah munculnya sensasi nyeri, gatal, atau rasa terbakar pada satu area tubuh, yang kemudian diikuti ruam lepuh berisi cairan. Ruam ini sering muncul di area wajah atau dada dan biasanya hanya pada satu sisi tubuh.
Kabar baiknya, risiko herpes zoster dapat ditekan melalui vaksinasi cacar air maupun vaksin herpes zoster. Selain itu, menjaga daya tahan tubuh juga penting untuk mencegah virus aktif kembali.
Deteksi dini dan pengobatan dengan antivirus dapat membantu mempercepat penyembuhan serta mengurangi risiko komplikasi.
Meskipun terdengar mengkhawatirkan, herpes zoster dapat ditangani dengan baik jika dikenali sejak awal. Jika Anda pernah mengalami cacar air dan mulai merasakan gejala mencurigakan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Sumber: Westside Dermatology
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, virus cacar air tetap “tidur” dalam tubuh dan bisa aktif kembali jadi herpes zoster. Kenali risiko dan pencegahannya.
Dokter spesialis Vito A. Damay memperingatkan virus cacar air tetap tinggal di saraf dan bisa memicu cacar api saat imunitas turun.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Munculnya bintik atau bercak merah pada kulit sering membuat orang tua khawatir, terutama jika terjadi pada anak-anak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh sejumlah penyakit yang berbeda.
Musim hujan memicu lonjakan berbagai penyakit infeksi pada anak, mulai dari influenza, campak, hingga cacar air, yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.
Kenali cacar api (herpes zoster), penyebab, gejala nyeri hebat, serta cara pengobatan dan pencegahannya agar tidak menimbulkan komplikasi serius.
Kenali gejala cacar api (herpes zoster) yang menyakitkan, penyebab virus aktif kembali, serta cara pengobatan efektif untuk mencegah komplikasi saraf.
Survei global GSK mengungkap risiko cacar api pada lansia dengan penyakit kronis. Di Indonesia, biaya rawat inap mencapai Rp10 juta per kasus.
CACAR api atau herpes zoster merupakan penyakit yang kerap menyerang orang dewasa, terutama lansia dan individu dengan daya tahan tubuh lemah pencegahan paling efektif dengan vaksinasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved