Survei: 78 Persen Lansia Khawatir Cacar Api Ganggu Aktivitas, Ini Risikonya

Basuki Eka Purnama
21/4/2026 16:03
Survei: 78 Persen Lansia Khawatir Cacar Api Ganggu Aktivitas, Ini Risikonya
Ilustrasi(MI/HO)

DALAM rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia yang jatuh pada 7 April 2026, GSK merilis hasil survei global terbaru sebagai bagian dari kampanye Shingles Action Week. Survei ini menyoroti kekhawatiran mendalam masyarakat terhadap cacar api (Herpes Zoster), terutama dampaknya terhadap kualitas hidup dan beban ekonomi yang signifikan.

Hasil survei yang melibatkan lebih dari 6.000 orang dewasa berusia 50 tahun ke atas di 10 negara menunjukkan bahwa 78% responden khawatir cacar api dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, 72% responden merasa cemas penyakit ini akan memaksa mereka menjalani rawat inap jangka panjang di rumah sakit.

Ironisnya, meski tingkat kekhawatiran tinggi, kesadaran untuk berkonsultasi dengan tenaga medis masih rendah. Sebanyak 54% responden mengaku belum pernah membicarakan risiko cacar api dengan dokter mereka. Padahal, penyakit ini diperkirakan dapat menyerang 1 dari 3 orang dewasa sepanjang hidup mereka.

Risiko Tinggi pada Pasien Penyakit Kronis

Data klinis menunjukkan bahwa individu dengan penyakit penyerta (komorbid) memiliki kerentanan yang jauh lebih tinggi. Penurunan sistem kekebalan tubuh akibat usia (immunosenescence) yang diperburuk oleh kondisi medis kronis menjadi pemicu utama reaktivasi virus cacar api.

Kondisi Kesehatan / Penyakit Kronis Peningkatan Risiko Terkena Cacar Api
HIV/AIDS 3,22 kali lipat
Kanker 2,17 kali lipat
Penyakit Autoimun 1,3 – 2 kali lipat
PPOK atau Asma Hingga 41%
Diabetes 38% (Global) / 1,24 kali (RI)
Penyakit Jantung (CVD) 34% (Global) / 1,34 kali (RI)
Penyakit Ginjal (PGK) 29%

dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes., Sp.D.V.E., Subsp.Ven, anggota PERDOSKI, menegaskan bahwa kelompok immunokompromi, lansia, serta mereka dengan riwayat keluarga cacar api memiliki risiko lebih tinggi.

"Faktor stres dan jenis kelamin perempuan juga berperan dalam meningkatkan kerentanan terhadap Herpes Zoster," tambahnya.

Beban Ekonomi dan Dampak Sosial

Di Indonesia, beban penyakit ini tidak bisa dianggap remeh. Data BPJS Kesehatan periode 2015-2022 mencatat sedikitnya 390.000 kasus cacar api di sepuluh provinsi besar. Puncaknya pada tahun 2021, pengeluaran BPJS untuk penanganan kasus ini mencapai Mata Uang Rupiah 27,1 miliar.

Estimasi Biaya Perawatan Mandiri per Kasus:
  • Rawat Inap: Hingga Rp10.000.000
  • Rawat Jalan: Hingga Rp3.000.000

Reswita Dery Gisriani, Director of Market Access, Communication and Government Affairs GSK Indonesia, menyatakan bahwa banyak orang dewasa belum menyadari bahwa penyakit kronis yang mereka kelola secara rutin sebenarnya melemahkan sistem imun terhadap virus lain.

“Dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga beban biaya yang tidak kecil. Padahal, ini adalah penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Memahami faktor risiko menjadi langkah penting untuk mendorong upaya pencegahan sebagai bagian dari healthy ageing,” ujar Reswita.

Melalui temuan ini, GSK mendorong edukasi kesehatan masyarakat yang lebih masif agar orang dewasa berusia di atas 50 tahun mulai menempatkan diskusi mengenai cacar api sebagai bagian dari agenda pemeriksaan kesehatan rutin mereka. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya