Gejala Cacar Api & Cara Mengobatinya agar tidak Komplikasi

Asha Bening Rembulan
25/4/2026 17:05
Gejala Cacar Api & Cara Mengobatinya agar tidak Komplikasi
Kenali gejala cacar api (herpes zoster) yang menyakitkan, penyebab virus aktif kembali, serta cara pengobatan efektif.(Dok. Freepik)

HERPES zoster atau yang lebih dikenal sebagai cacar api bukan sekadar masalah kulit biasa. Penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella zoster ini ditandai dengan bintil berisi cairan yang disertai rasa nyeri hebat seperti terbakar.

Meski tidak tergolong penyakit yang mengancam jiwa, cacar api dapat memicu komplikasi serius berupa neuralgia pascaherpetik, yaitu nyeri saraf kronis yang bertahan meski ruam sudah sembuh. Oleh karena itu, penanganan cepat sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko tersebut.

Penyebab: Mengapa Virus Cacar Api Aktif Kembali?

Virus varicella zoster adalah virus yang sama dengan penyebab cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus ini tidak hilang dari tubuh, melainkan menetap dalam kondisi dorman (tidur) di jaringan saraf. Virus dapat "bangun" kembali menjadi cacar api akibat beberapa faktor pemicu:

  • Penurunan sistem kekebalan tubuh (faktor usia atau penyakit).
  • Kondisi stres psikis yang berat.
  • Cedera fisik atau trauma pada tubuh.
  • Belum mendapatkan vaksinasi varicella atau zoster.

Penting untuk dicatat bahwa penderita cacar api dapat menularkan virus kepada orang yang belum pernah terkena cacar air melalui kontak langsung dengan cairan lepuhan.

Gejala Khas yang Perlu Diwaspadai

Berbeda dengan cacar air yang menyebar ke seluruh tubuh, cacar api biasanya hanya menyerang satu sisi tubuh (unilateral) mengikuti jalur saraf. Gejala utamanya meliputi:

  • Rasa nyeri, panas seperti terbakar, atau kesemutan pada area tertentu.
  • Kulit menjadi sangat sensitif terhadap sentuhan.
  • Munculnya ruam merah yang berubah menjadi lepuhan berisi cairan dalam beberapa hari.
  • Lepuhan yang pecah kemudian mengering dan menjadi kerak (keropeng).
  • Gejala sistemik seperti demam, sakit kepala, dan kelelahan akut.

Langkah Pengobatan dan Perawatan Mandiri

Intervensi medis dengan obat antivirus dalam 72 jam pertama setelah ruam muncul sangat krusial untuk mempercepat penyembuhan. Selain pengobatan dokter, pasien dapat melakukan perawatan mandiri di rumah:

  1. Kompres Dingin: Gunakan kain bersih yang dibasahi air dingin pada area ruam untuk meredakan gatal dan nyeri.
  2. Menjaga Kebersihan: Mandi dengan air suhu ruang atau dingin untuk menenangkan kulit.
  3. Nutrisi Pendukung: Konsumsi makanan kaya Vitamin A, B12, C, dan E untuk membantu regenerasi saraf dan meningkatkan imun.

"Segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan jika ruam muncul di sekitar area mata, karena dapat menyebabkan kerusakan penglihatan permanen jika tidak ditangani dengan tepat." (Mayo Clinic/Alodokter/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya