Dilema Kartini Modern: Survei Ungkap Perempuan Indonesia Abaikan Kesehatan demi Keluarga

Basuki Eka Purnama
07/4/2026 17:11
Dilema Kartini Modern: Survei Ungkap Perempuan Indonesia Abaikan Kesehatan demi Keluarga
Ilustrasi(Freepik)

MENJELANG peringatan Hari Kartini, sebuah realita tajam mengenai kondisi perempuan Indonesia terungkap melalui riset terbaru Sun Life. Di balik peran vital mereka sebagai pengelola keuangan rumah tangga, jutaan perempuan justru terjebak dalam dilema pengorbanan diri demi kesejahteraan keluarga.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) tahun 2025, terdapat sekitar 142 juta perempuan di Indonesia. Namun, survei Sun Life terhadap 3.001 responden di Asia (termasuk Indonesia) pada Januari 2026 menunjukkan bahwa mayoritas dari mereka cenderung mengesampingkan kesehatan dan kesiapan finansial pribadi.

Pengorbanan di Balik Ketangguhan

Temuan survei ini menyoroti bahwa 57% perempuan Indonesia pernah mengabaikan perawatan medis demi mendukung kebutuhan anak atau orang tua lansia. Pengorbanan ini tidak hanya berhenti pada aspek kesehatan, tetapi juga merambah ke sektor finansial jangka panjang.

Berikut adalah rincian bentuk pengorbanan finansial yang dilakukan perempuan Indonesia menurut survei tersebut:

Bentuk Pengorbanan/Tantangan Persentase
Mengurangi pengeluaran pribadi untuk rekreasi 82%
Membatasi peluang investasi 30%
Menunda tabungan pensiun 28%
Menyebut biaya kesehatan tinggi sebagai hambatan utama 51%

Beban Berat Triple Penalty

Fenomena sandwich generation masih menjadi momok nyata. Sebanyak 96% perempuan memperkirakan akan menopang perawatan orang tua mereka, namun hanya 26% yang telah menyisihkan minimal 10% pendapatan untuk kebutuhan tersebut. Kondisi ini menciptakan apa yang disebut sebagai "triple penalty".

Dampak Peran Pengasuhan (Triple Penalty):
  • 59% merasa terhambat dalam meningkatkan keamanan finansial.
  • 47% merasakan dampak negatif pada perkembangan karier.
  • 47% merasa kemampuan merawat diri sendiri menjadi terbatas.

Pengambil Keputusan yang Rentan

Meski menghadapi tekanan besar, perempuan Indonesia memegang kendali penuh atas ekonomi keluarga. Sebanyak 62% perempuan mengaku sebagai pengambil keputusan akhir dalam keuangan rumah tangga. Angka ini melonjak hingga 92% bagi mereka yang berstatus sebagai tulang punggung keluarga (breadwinner).

Ironisnya, di tengah tanggung jawab besar tersebut, literasi dan pendampingan profesional masih minim. Hanya 13% perempuan yang aktif melibatkan penasihat keuangan profesional. Selain itu, meski 63% merasa kondisi finansialnya lebih baik dari generasi ibu mereka, hanya 19% yang merasa sangat siap menghadapi guncangan finansial tak terduga.

Dukungan untuk Perencanaan Berkelanjutan

Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, menegaskan bahwa peran perempuan sebagai garda utama keputusan finansial harus didukung dengan solusi yang praktis dan relevan.

"Menjelang Hari Kartini, temuan ini mengingatkan kita bahwa banyak perempuan tangguh di Indonesia yang secara sukarela berkorban tanpa diminta. Peran ini patut dihargai dan didukung dengan pendampingan yang membantu mereka tetap bisa memprioritaskan keluarga tanpa harus mengesampingkan masa depan mereka sendiri," ujar Albertus.

Ia menambahkan bahwa akses terhadap informasi keuangan yang komprehensif sangat krusial agar perencanaan jangka panjang perempuan Indonesia menjadi lebih kuat, stabil, dan berkelanjutan di masa depan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya