Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KESADARAN akan bahaya kanker leher rahim atau kanker serviks terus ditingkatkan, terutama bagi wanita di usia produktif. Meski vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) telah tersedia, para ahli menekankan bahwa tindakan deteksi dini seperti pap smear tetap menjadi kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.
Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Darrell Fernando, Sp.OG, SubspFER, menegaskan bahwa vaksinasi dan deteksi dini adalah dua pilar yang harus berjalan beriringan. Keduanya saling melengkapi dalam memproteksi tubuh dari keganasan kanker serviks.
"Apakah kalau sudah vaksin tetap harus pap smear? Jawabannya tetap, dua-duanya harus berjalan berbarengan," ujar Darrell, dikutip Selasa (28/4).
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan kanker serviks adalah sifat infeksinya yang asimptomatik atau tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Sering kali, pasien baru memeriksakan diri ketika sudah muncul keluhan fisik, yang biasanya menandakan kanker telah memasuki stadium lanjut.
Menurut Darrell, rutin melakukan skrining dapat mendeteksi kondisi prakanker. Jika ditemukan pada tahap ini, peluang kesembuhan pasien sangat tinggi, bahkan mencapai angka sempurna.
"Justru kalau ada sesuatu dalam kondisi prakanker atau deteksi dini, angka kesembuhan masih hampir 100 persen. Ketimbang menunggu gejala, biasanya kalau sudah ada gejala baru diperiksa, ternyata sudah menjadi cancer stage 2," jelasnya.
Urgensi deteksi dini didasarkan pada tingginya beban kasus kanker serviks di tanah air. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan angka kematian yang cukup memprihatinkan akibat keterlambatan penanganan.
| Indikator | Data Tahunan |
|---|---|
| Kasus Baru | 36.633 kasus |
| Angka Kematian | 21.003 jiwa |
| Persentase Kematian | 50 - 60% (akibat terlambat deteksi) |
Guna mengejar target eliminasi kanker leher rahim pada 2030, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengintegrasikan skrining kanker serviks ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mulai awal 2026.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat jangkauan deteksi dini di masyarakat luas. Pemerintah juga memastikan bahwa setiap hasil skrining positif dalam program CKG akan mendapatkan tindak lanjut medis yang jelas dan terintegrasi, sehingga angka fatalitas dapat ditekan secara signifikan. (Ant/Z-1)
Pap smear membantu mendeteksi HPV dan mencegah kanker serviks sejak dini. Ketahui manfaat, risiko, dan jadwal pemeriksaan sesuai usia.
Vaksin HPV bukan jaminan bebas kanker serviks. Dokter Darrell Fernando tegaskan pap smear rutin wajib dilakukan meski sudah vaksin. Simak alasannya.
Pelajari berbagai metode deteksi dini kesehatan perempuan, mulai dari SADARI, mamografi hingga Pap Smear, untuk pencegahan risiko penyakit serius sejak dini.
Perempuan asal Ohio ini kira pendarahan selama tiga bulan yang dialami gejala perimenopause. Ternyata didiagnose kanker serviks stadium 3.
Tingkatkan kesadaran pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV, pemeriksaan rutin, dan pap smear untuk melindungi kesehatan rahim Anda.
WIC Jakarta sukses gelar Konferensi Biennial WCI ke-17. Fokus pada pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya di era transformasi.
PT IWIP mendobrak stigma gender di industri pertambangan melalui pelatihan operator alat berat dan lingkungan kerja inklusif bagi perempuan di Maluku Utara.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Psikiater dr. Elvine Gunawan menjelaskan bagaimana pola asuh kritikal memicu self-stigma dan membuat perempuan sulit terbuka saat menghadapi masalah.
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved