Pentingnya Pap Smear untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Asha Bening Rembulan
27/4/2026 05:15
Pentingnya Pap Smear untuk Deteksi Dini Kanker Serviks
Ilustrasi(freepik)

PAP smear merupakan prosedur yang melibatkan pengambilan sel dari leher rahim untuk diuji. Biasanya, pap smear dilakukan oleh perempuan berusia 25-64 tahun dengan pemeriksaan serviks setiap lima tahun sekali. 

Tes kesehatan ini bukanlah suatu tes untuk kanker, melainkan tes untuk membantu mencegah kanker. Pap smear akan memeriksa sampel sel dari serviks untuk mendeteksi jenis human papillomavirus (HPV) berisiko tinggi yang mampu menyebabkan perubahan abnormal pada sel-sel di leher rahim.

Siapa yang Berisiko Terkena Kanker Serviks?

Hampir semua kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV tipe risiko tinggi sehingga pap smear sangat disarankan dilakukan untuk perempuan, terutama yang pernah melakukan kontak seksual.

Anda masih berisiko terkena kanker serviks, apabila:

  • sudah melakukan vaksin HPV karena vaksin ini tidak melindungi semua jenis HPV
  • memiliki satu pasangan seksual atau sudah lama tidak berhubungan seks karena Anda masih bisa mengidap HPV dalam waktu lama tanpa menyadarinya
  • pernah menjalani histerektomi parsial yang tidak mengangkat seluruh leher rahim

Untuk itu, skrining kanker serviks secara rutin masih sangat disarankan untuk dilakukan agar dapat mendeteksi kanker lebih dini, bahkan ketika Anda sudah melakukan vaksin HPV.

Rekomendasi Prosedur Pap Smear sesuai Usia

Berikut adalah rekomendasi untuk pemeriksaan skrining kanker serviks:

usia 20-an

Lakukan pap smear pertama pada usia 21 tahun dan ulangi tes setiap tiga tahun. Terkadang pap smear dan HPV dilakukan bersamaan atau disebut co-testing. Namun, prosedur co-testing direkomendasikan saat berusia 25 tahun dan diulang setiap lima tahun.

usia 30-an

Pap smear pada usia setelah 30 tahun seringkali melibatkan pengujian gabungan antara pap smear dan tes HPV. Terkadang, tes HPV dilakukan sendiri dan diulang setiap lima tahun.

setelah usia 65 tahun

Anda dapat mempertimbangkan untuk menghentikan skrining kanker serviks setelah mendiskusikan riwayat kesehatan dan faktor risiko dengan tenaga kesehatan profesional. Jika hasil skrining kanker serviks dinilai aman maka Anda dapat menghentikan prosedur pap smear.

Arti Pemeriksaan Pap Smear

Hasil pemeriksaan skrining serviks akan menjelaskan apakah HPV ditemukan dalam sampel atau tidak. Berikut adalah penjelasannya:

HPV tidak ditemukan

Artinya, risiko terkena kanker serviks sangat rendah dan tidak membutuhkan tes lanjutan untuk memeriksa perubahan sel abnormal. Namun, Anda tetap harus secara rutin menjalani pap smear tiap lima tahun

HPV ditemukan

Terdapat dua jenis hasil positif HPV berbeda. Pertama, HPV ditemukan, tetapi tidak ada perubahan sel abnormal. Anda akan diundang untuk pap smear tiap satu tahun. Apabila masih terinfeksi setelah dua tahun maka Anda akan diminta menjalani kolposkopi.

Kedua, HPV ditemukan dan terjadi perubahan sel abnormal maka Anda akan diminta untuk menjalani tes kolposkopi guna melihat leher rahim Anda. (National Health Service (NHS)/Mayo Clinic/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya