Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PAP smear merupakan prosedur yang melibatkan pengambilan sel dari leher rahim untuk diuji. Biasanya, pap smear dilakukan oleh perempuan berusia 25-64 tahun dengan pemeriksaan serviks setiap lima tahun sekali.
Tes kesehatan ini bukanlah suatu tes untuk kanker, melainkan tes untuk membantu mencegah kanker. Pap smear akan memeriksa sampel sel dari serviks untuk mendeteksi jenis human papillomavirus (HPV) berisiko tinggi yang mampu menyebabkan perubahan abnormal pada sel-sel di leher rahim.
Hampir semua kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV tipe risiko tinggi sehingga pap smear sangat disarankan dilakukan untuk perempuan, terutama yang pernah melakukan kontak seksual.
Anda masih berisiko terkena kanker serviks, apabila:
Untuk itu, skrining kanker serviks secara rutin masih sangat disarankan untuk dilakukan agar dapat mendeteksi kanker lebih dini, bahkan ketika Anda sudah melakukan vaksin HPV.
Berikut adalah rekomendasi untuk pemeriksaan skrining kanker serviks:
Lakukan pap smear pertama pada usia 21 tahun dan ulangi tes setiap tiga tahun. Terkadang pap smear dan HPV dilakukan bersamaan atau disebut co-testing. Namun, prosedur co-testing direkomendasikan saat berusia 25 tahun dan diulang setiap lima tahun.
Pap smear pada usia setelah 30 tahun seringkali melibatkan pengujian gabungan antara pap smear dan tes HPV. Terkadang, tes HPV dilakukan sendiri dan diulang setiap lima tahun.
Anda dapat mempertimbangkan untuk menghentikan skrining kanker serviks setelah mendiskusikan riwayat kesehatan dan faktor risiko dengan tenaga kesehatan profesional. Jika hasil skrining kanker serviks dinilai aman maka Anda dapat menghentikan prosedur pap smear.
Hasil pemeriksaan skrining serviks akan menjelaskan apakah HPV ditemukan dalam sampel atau tidak. Berikut adalah penjelasannya:
Artinya, risiko terkena kanker serviks sangat rendah dan tidak membutuhkan tes lanjutan untuk memeriksa perubahan sel abnormal. Namun, Anda tetap harus secara rutin menjalani pap smear tiap lima tahun
Terdapat dua jenis hasil positif HPV berbeda. Pertama, HPV ditemukan, tetapi tidak ada perubahan sel abnormal. Anda akan diundang untuk pap smear tiap satu tahun. Apabila masih terinfeksi setelah dua tahun maka Anda akan diminta menjalani kolposkopi.
Kedua, HPV ditemukan dan terjadi perubahan sel abnormal maka Anda akan diminta untuk menjalani tes kolposkopi guna melihat leher rahim Anda. (National Health Service (NHS)/Mayo Clinic/Z-2)
Vaksin HPV bukan jaminan bebas kanker serviks. Dokter Darrell Fernando tegaskan pap smear rutin wajib dilakukan meski sudah vaksin. Simak alasannya.
Dokter spesialis dr. Darrell Fernando menegaskan vaksin HPV tetap efektif bagi wanita yang sudah melahirkan untuk mencegah kanker serviks. Simak alasannya.
Vaksin HPV terbukti mampu mencegah hingga 90% kanker. Ketahui manfaat, keamanan, dan siapa saja yang wajib mendapatkannya.
Hasil skrining BPJS Kesehatan menunjukkan adanya 14,4 juta peserta berisiko kanker serviks
Satgas Imunisasi IDAI menekankan pentingnya vaksinasi HPV bagi laki-laki dan perempuan untuk mencegah kanker dan memutus rantai penularan virus.
Dokter spesialis ingatkan pentingnya pap smear meski sudah vaksin HPV. Simak data kasus kanker serviks di Indonesia dan program skrining gratis Kemenkes.
KEKHAWATIRAN tertular penyakit dari toilet umum masih sering muncul di masyarakat, terutama terkait Human papillomavirus (HPV).
Ketua Perdoski dr. Hanny Nilasari meluruskan mitos virus HPV. Ternyata laki-laki juga berisiko tinggi terkena kanker akibat HPV. Simak faktanya.
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Ketua Perdoski dr. Hanny Nilasari memperingatkan bahwa virus HPV tidak hanya menular lewat hubungan seksual, tapi juga kontak kulit dan objek tertentu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved